Skip to content

Virus Herpes

Mei 12, 2010

Merupakan virus DNA beruntai ganda yang besar (120-200 nm), berenvelope. Genomnya 120-240 kb, mengkode >35 protein. Envelope mengandung glikoprotein dan reseptor Fc. Semua infeksinya bertahan hidup dimulai dari infeksi primer akut, masa laten, kemudian terjadi relaps (terutama pasien immunosupressed)

Klasifikasi

  1. Herpes virus α (virus sitolitik, tumbuh cepat, menyebabkan infeksi laten pada neuron), misal: herpes simpleks (HS) dan varisela zoster.
  2. Herpes virus β (virus tumbuh lambat, menjadi laten pada kelenjar sekretoris dan ginjal), misal: CMV (sitomegalovirus)
  3. Herpes virus γ (virus yang menjadi laten di jaringan limfoid), misal: EBV (Epstein-Barr)

Herpes virus manusia tipe-6 dan tipe-7 (HHV-6 dan HHV-7) diklasifikasikan sebagai herpes virus γ (karena virus tersebaut bersifat laten di jaringan limfoid). HHV- 8, yang berhubungan dengan sarcoma kaposi , memiliki homologi dengan EBV.

Bermacam-macam herpes virus ini berbeda secara antigen, hanya HSV-1 dan HSV-2 yang memiliki kemiripan antigen. HSV-1 dan HSV-2 merupakan virus herpes hominis. Pembagian tipe HSV berdasarkan sifat pertumbuhan pada media kultur, antigenic marker, dan lokasi klinis (tempat predileksi).

Referensi

Gillespie S. dan Bamford K., 2007. At a Glance Mikrobiologi Medis dan Infeksi Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: