Skip to content

Malaria

April 30, 2010

Malaria merupakan penyakit infeksi parasit, disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit yang ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah. Plasmodium termasuk genus plasmodium dari famili plasmodidae.

Pada infeksi malaria, selain menyerang manusia, juga menginfeksi binatang (burung, reptil, mamalia).

Transmisi

Daur Hidup Parasit Malaria. Infeksi pada manusia mulai ketika nyamuk anopheles betina menggigit, dan melepaskan sporozoit ke dalam pembuluh darah (sebagian besar, ±45 menit menuju hati dan sebagian kecil mati). Dalam parenkim hati dimulai perkembangan aseksual (intrahepatic schizogomy atau pre-eryrocyte schyzogony). Perkembangan ini butuh 5.5 hari (pada P. falciparum) dan 15 hari (pada P. malariae). Sel parenkim hati terinfeksi, terbentuk sizont hati, apabila pecah akan mengeluarkan banyak merozoit ke dalam sirkulasi darah. Pada P. vivax dan P. ovale, sebagian parasit dapat bertahan sampai bertahun-tahun (menyebabkan relaps).

Dalam sirkulasi darah, merozoit akan menyerang eritrosit (melalui reseptor eritrosit). Pada P. vivax, reseptor berhubungan dengan faktor antigen Duffy Fya atau Fyb. Pada P. falciparum diduga suatu glycophorins. Dalam <12 jam, parasit berubah menjadi bentuk ring (pada P. falciparum menjadi bentuk stereo-headphones), yang mengandung kromatin dalam intinya dikelilingi sitoplasma. Parasit tumbuh dengan memakan Hb dan dalam metabolismenya membentuk pigmen yang disebut hemozoin. Eritrosit berparasit menjadi lebih elastic dan lonjong (pada f. falciparum membentuk tonjolan knob – berperan dalam cytoadherence dan rosetting). Setelah 36 jam, berubah menjadi sizont, bila sizont pecah, akan mengeluarkan 6-36 merozoit dan siap menginfeksi eritrosit lain. Siklus aseksual ini pada P. vivax, P. falciparum, P. ovale ialah 48 jam dan P. malariae adalah 72 jam.

Didalam darah, sebagian parasit akan membetuk gamet jantan dan betina, bila nyamuk menghisap manusia yang sakit akan terjadi siklus seksual dalam tubuh nyamuk. Terjadi perkawinan, lalu terbentuk zygote dan menjadi ookinet (bisa bergerak sendiri), mampu menembus dinding perut nyamuk dan berubah menjadi oocyst yang akan menjadi masak dan mengeluarkan sporozoit yang akan bermigrasi ke kelenjar ludah nyamuk.

Epidemiologi

Tingginya side positive rate (SPR) menentukan endemisitas suatu daerah dan pola klinis penyakit malaria akan berbeda. Secara tradisi, endemisitas dibagi menjadi:

  1. Hipo Endemik: bila parasit rate atau spleen rate 0-10%
  2. Meso Endemik: bila parasit rate atau spleen rate 10-50%
  3. Hiper Endemik: bila parasit rate atau spleen rate 50-75%
  4. Holo Endemik: bila parasit rate atau spleen rate >75%

Parasite rate dan spleen rate ditentukan pada pemeriksaan anak usia 2- 9 tahun. Pada daerah holo- dan meso endemic, mulai banyak penderita malaria serebral pada usia 2-10 tahun, sedangkan pada holo endemic/ daerah tidak stabil banyak dijumpai malaria serebral, malaria dengan gangguan fungsi hati tau fungsi ginjal pada usia dewasa.

Patogenesis

Setelah melalui jaringan hati P. falciparum,melepaskan 18-24 merozoit ke dalam sirkulasi. Merozoit kemudian masuk ke sel RES di limpa dan mengalami fagositosis serta filtrasi. Merozoit yang lolos dari RES akan menginvasi eritrosit. Bentuk aseksual parasit dalam eritrosit (EP) ini yang bertanggung jawab dalam terjadinya malaria.

Parasit dalam eritrosit (EP) mengalami 2 stadium: stadium cincin pada 24 jam ke 1 dan stadium matur pada 24 jam ke 2. Permukaan EP stadium cincin akan menampilkan antigen RESA (Ring-Erithrocyte Surgace Antigen) yang menghilang setelah parasit masuk stadium matur. Permukaan membran EP stadium matur akan mengalami penonjolan dan membentuk knob dengan HRP-1 (Histidin Rich Protein-1) sebagai komponen utama. EP kemudian mengalami merogoni, akan dilepaskan toksin malaria berupa GPI (Glikosil Fosfatidil Inositol) yang merangsang pelepasan TNF-α dan IL-1 dari makrofag.

Patogenesis ini dipengaruhi oleh factor parasit (intensitas transmisi, densitas dan virulensi parasit) dan host (tingkat endemisitas tempat tinggal, genetic, usia, status nutrisi dan status imunologi).

Patologi

  1. Studi patologi hanya dilakukan pada P. falciparum karena kematian biasanya disebabkan oleh P. falciparum
  2. Perubahan pada jaringan seperti mikrovaskular (letak parasit berada). Organ lain yang terlibat otak (membengkak dengan perdarahan petekie multiple pada  jaringan putih, hampir pada kapiler dan vena penuh parasit); jantung ( anemia tampak pucat dan dilatasi); paru (edema paru, pembentukan membrane hialin, agregasi leukosit); ginjal (bengkak, iskemia pada tubulus, sekuestrasi pada kapiler glomerulus, proliferasi sel mesangial dan endotel, pemeriksaan imunofluorensen: deposisi Ig pada membrane basal kapiler glomerullus); saluran cerna bagian atas (perdarahan karena erosi, sekuestrasi dan iskemia menyebabkan nyeri perut); sumsum tulang (dyserthropoiesis, makrofag berpigmen, dan erithrophagocytosis)

Gejala Klinis

  1. Tergantung imunitas penderita, tingginya transmisi infeksi malaria
  2. Berat ringannya dipengaruhi jenis plasmodium (P. falciparum sering memberikan komplikasi), daerah asal infeksi (pola resistensi pengobatan), umur (usia lanjut dan bayi sering lebih berat), ada dugaan konstitusi genetic, keadaan kesehatan dan nutrisi, kemoprofilaksis dan pengobatan sebelumnya

Manifestasi Malaria Tanpa komplikasi

Terdapat 4 jenis plasmodium, yaitu P. vivax (malaria tertiana/vivax/benigna; infeksi paling sering), P. falciparum (malaria maligna/falciparum/tropika; sering timbul komplikasi, ganas), P. malaria (malaria quartana; cukup jarang, dapat menimbulkan sindroma nefrotik), P. ovale (malaria ovale; infeksi paling ringan, sering sembuh spontan).

Manifestasi Umum Malaria. Sifat demam yang periodic, anemia, splenomegali. Masa inkubasi bervariasi tergantung plasmodium, keluhan prodromal dapat terjadi sebelum terjadi demam berupa malaise, sakit kepala, sakit belakang, merasa dingin di punggung, nyeri sendi dan tulang, demam ringan, anoreksia, perut tak enak, diare ringan dan kadang dingin. Keluhan prodromal sering pada P. vivax, P. ovale; keluhan prodromal P. falciparum. P. malaria tidak jelas, bahkan gejala dapat mendadak).

Gejala klasik, terjadinya “Trias Malaria” secara berurutan: periode dingin (15-60 menit): mulai menggigil, sering berselimut, badan bergetar, gigi-gigi terantuk, diikuti naiknya suhu; periode panas: muka merah, nadi cepat, panas badan tetap tinggi beberapa jam, diikuti berkeringat; periode berkeringat: berkeringat banyak, suhu turun, merasa sehat. Trias Malaria lebih sering pada P. vivax, pada P. falciparum. Menggigil dapat berlangsung berat/tidak ada. Periode panas berlangsung 36 jam pada P. vivax, 12 jam pada P. falciparum,60 jam pada P. malariae.

Anemia, gejala yang sering timbul, akibat pengrusakan eritrosit oleh parasit, hambatan erotropoiesis sementara, hemolisis karena proses complement mediated immune complex, eritrofagositosis, pengeluaran retikulosit terhambat, dan pengaruh sitokin.

Splenomegali, juga sering dijumpai, teraba setelah 3 hari dari serangan akut, bengkak, nyeri, hiperemis, berperan dalam RES (pada penelitian limpa hewan, limpa menghancurkan eritrosit yang terinfeksi dengan perubahan metabolism, antigenic, dan rheological dari eritrosit yang terinfeksi).

Beberapa keadaan Klinik dalam Perjalanan Infeksi Malaria.

Serangan Primer. Keadaan mulai dari akhir masa inkubasi dan mulai terjadi serangan paroksismal (dingin/menggigil, panas dan berkeringat). Serangan paroksismal dapat pendek atau panjang tergantung perbanyakan parasit dan imunitas penderita.

Periode Laten. Periode tanpa gejala dan tanpa parasitemia selama infeksi malaria. Biasanya terjadi diantara dua keadaan paroksismal.

Recrudescence. Berulangnya gejala klinik dan parasitemia dalam masa 8 minggu sesudah berakhirnya serangan primer. Recrudescence dapat terjadi berupa berulangnya gejala klinik sesudah periode laten dari serangan primer.

Recurrence. Berulangnya gejala klinik atau parasitemia setelah 24 minggu berakhirnya serangan primer.

Relapse atau Rechute. Berulangnya gejala klinik atau parasitemia yang lebih lama dari waktu diantara serangan periodic dari infeksi primer yaitu setelah periode yang lama dari masa laten (sampai 5 tahun), biasanya terjadi karena infeksi tidak sembuh atau bentu kdiluar eritrosit (hati) pada malaria vivax atau ovale.

Diagnosis pasti malaria bisa ditegakkan dengan:

  1. Anamnesis. Mengenai keluhan utama: periode dingin, periode panas, dan periode berkeringat (trias malaria); apakah sering disertai sakit kepala, mual dan atau muntah, diare dan nyeri otot atau pegal; pakah pernah riwayat berpergian dan bermalam ke daerah malaria; apakah tinggal di daerah endemis malaria; apakah pernah menderita malaria sebelumnya; apakah pernah mendapat transfusi darah
  2. Pemeriksaan fisik. Ditemukan demam (37,5-40 °C), konjungtiva palpebra, splenomegali dan hepatomegali

Pemeriksaan darah tepi (tetes tebal dan/atau hapusan tipis). Untuk menentukan jenis parasit dan nilai ambang atau kepadatan parasit (terutama penderita rawat inap) dinyatakan dalam:

  1. Tetes tebal. (-) SD tidak di temukan parasit dalam 100 LP; (+) SD ditemukan 1-10 parasit/100 LP; (++) SD ditemukan 11-100 parasit/100 LP; (+++) SD ditemukan 1-10 parasit/1 LP; (++++) SD ditemukan >10 parasit/1 LP
  2. Hapusan tipis. Preparat hapusan tipis di utamakan untuk melihat jenis spesiesnya (P. vivax atau P. falcifarum atau P. malariae atau P. ovale)

Tes diagnosis cepat

  1. Antigen HRP-2 (histidine rich protein-2) yang di produksi oleh trofozoit dan gametosit muda dari P. falciparum, di kenal di pasaran sebagai PF test, ICT test, Paracheck, dll
  2. Antigen enzim parasit lactate dehidrogenase (p-LDH) yang di produksi oleh parasit bentuk aseksual / seksual dari 4 spesies. Dipasaran dikenal sebagai test OPTIMAL
  3. Mendeteksi antigen HRP-2 dari P. falcifarum dan antigen “pan-malarial” dari 4 spesies plasmodium

Referensi

Sudoyo A. W. dkk, 2007. Buku Ajar – Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta-EGC

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: