Skip to content

Save Our Earth, Keluhan Bumi yang Diderita Menahun

April 20, 2010

Kali ini klinik kita kedatangan seorang pasien istimewa, dan akan kita lakukan pembahasan mengenai beliau dan penyakit serta pengobatannya. Siapakah beliau tersebut??…

Mr. Earth alias Tn. Bumi yang tercinta, beliau merupakan planet urutan ketiga terdekat di pusat tata surya di galaksi Bima Sakti. Saat ini Tn. Bumi sedang mengeluh sakit yang parah, bisa kita lihat dari tanda dan gejalanya saat beliau datang “tertatih-tatih” ke klinik kita. Sebelum kita periksa, kita terlebih dulu lakukan pengkajian pada Tn. Bumi,

  1. Identitas

Nama : Tn. Bumi

Usia : 2010 Masehi

Alamat : Tata Surya No. 3, Blok Galaksi Bima Sakti

Pekerjaan : Berputar-putar (Berotasi) dan keliling lingkungan Blok Bima Sakti (Revolusi)

Status : Single

  1. Riwayat Kesehatan

Sebelum Masehi: 1) Tn. Bumi pernah mengalami kedinginan kronik (zaman Es) sampai membeku total, 2) Kulit Tn. Bumi pernah mengalami pecah-pecah yang tidak sembuh (memisahnya benua Eurasia menjadi benua Eropa dan Asia), 3) Tn. Bumi pernah mengalami trauma fisik (ditabrak meteor berkali-kali sehingga banyak makhluk hidup mengalami kepunahan).

Setelah Masehi: 1) Tn. Bumi pernah mengalami nekrosis/kematian sel akut (perang dunia, terutama bom atom di Jepang), 2) Tn. Bumi sedang dalam guncangan jiwa (gempa bumi) karena stress berkelanjutan, 3) Tn. Bumi pernah mengalami muntah berat (tsunami) walau tidak sampai menyebabkan dehidrasi, 4) Tn. Bumi dari dulu sampai saat ini mengalami penyakit kronik berupa kerontokan rambut (penggundulan hutan) yang belum terobati, 5) Tn. Bumi saat ini mengalami kebocoran sawar/pelindung tubuh (kebocoran atmosfer) Tn. Bumi sehingga kulit beliau terancam bahaya sinar ultraviolet matahari.

Setelah kita melakukan pengkajian, bisa kita lihat bahwa Tn. Bumi saat ini sedang “sakit parah” dan secepatnya dilakukan pemeriksaan dan pengobatan pada beliau.

Pembahasan mengenai penyakit Tn. Bumi memang sudah banyak diperbincangkan, sudah sering ditulis oleh berbagai media dan sudah sering pula digalakkan pemerintah di dunia, terutama Indonesia untuk membuat warganya hidup bersih dan menghargai lingkungan Tn. Bumi, hal ini sesuai pada keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 37 Tahun 1995 tentang pelaksanaan kebersihan kota. Penyakit kronik, misal, penggundulan hutan (Illegal Logging), seharusnya bisa kita hentikan, bahkan Tn. Bumi sendiri sudah sering dan tak pernah bosannya “mengingatkan” kita berkali-kali melalui “gejala”nya berupa bencana banjir yang tak ada habisnya. Bagaimana kita sebagai manusia harus selalu menghargai alam sebagai “tuan rumah” yang tidak mau dirusak (diganggu) oleh tangan jahil kita. Kesehatan Tn. Bumi merupakan tanggung jawab kita semua.

Dengan datangnya Tn. Bumi ke klinik kita, semoga beban Tn. Bumi bisa teratasi dan cepat sembuh sehingga bisa merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 22 April 2010. Peringatan ulang tahun Tn. Bumi bisa kita jadikan renungan untuk tidak membuat beliau sakit lagi. Sudah banyak kerugian yang ditimbulkan saat beliau sedang sakit. Dari penyakit beliau, penggundulan hutan, sampai akhirnya terjadi komplikasi akut berulang berupa banjir dimana-mana, misal, di tiap kota di Indonesia. Seharusnya sudah sejak dulu kita memeriksakan Tn. Bumi, tapi sayangnya kita kurang perhatian kepada beliau. Lalu penyakit beliau berupa kebocoran atmosfer, seharusnya kita bisa mencegah agar tidak terjadi. Perjalanan penyakit kebocoran atmosfer ini pula tidak lepas dari akibat penyakit penggundulan hutan.

Pada pemeriksaan tanda vital, didapatkan suhu Tn. Bumi makin meningkat, ditakutkan akan terjadi (dan sudah terjadi) perubahan iklim di bumi, akibat adanya efek rumah kaca (green house effect). Salah satunya mengakibatkan terganggunya hutan dalam penyerapan karbondioksida di atmosfer. Saat ini yang menjadi ‘issue’ hangat (bahkan sudah mendidih), adanya pemanasan global yang mengakibatkan gunung es mencair di daerah kutub, sehingga meningkatkan permukaan air laut.

Efek Rumah Kaca. Merupakan suatu keadaan, meningkatnya suhu bumi akibat terperangkapnya cahaya matahari oleh atmosfer bumi setelah dipakai sebagai energi dan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Makin banyaknya energi yang terperangkap oleh gas { nitrogen monoksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2); serta senyawa organik gas metana (CH4), khloro fluoro karbon (CFC)} ini, akibat dari makin meningkatnya polusi (dari asap pabrik, asap kendaraan bermotor, rokok) di bumi dan penebangan hutan yang tak terkendali. Selain itu, menyebabkan meningkatnya suhu di daerah gunung es menjadikan permukaan air laut makin naik.

Illegal Logging. Merupakan keadaan makin menipisnya jumlah hutan di dunia akibat penebangan hutan. Akibat langsung ini banyak terjadi banjir (karena tidak adanya bahan penyerap air) dan peningkatan suhu bumi (karena berkurangnya penyerapan karbondioksida (CO2))

Kedua kejadian diatas merupakan masalah kompleks yang dihadapi oleh Tn. Bumi akibat ulah tangan jahil kita, sehingga harus dilakukan penatalaksanaan (pengobatan terapi) yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut untuk meningkatkan keadaan umum dan kesehatan Tn. Bumi.

Penatalaksanaan (Terapi)

Antibiotik (anti bakteri)

Tujuan pemberian antibiotik ini untuk menciptakan lingkungan yang bersih dengan mengurangi, menanggulangi dan memanfaatkan sampah. Contohnya bisa kita lakukan dengan membuang sampah pada tempatnya. Hal sesederhana ini, seringkali diabaikan banyak orang. Padahal sebuah bungkus sampah dapat membuat saluran air kecil tersumbat dan akan makin parah jika jumlah sampah sampai menumpuk banyak di mana-mana.

Memanfaatkan sampah mampu meminimalisir jumlah barang semisal plastik. Banyak sekali sampah jenis ini berserakan di saluran air, sungai, jalan, pasar, dll. Hal ini menjadi problem tersendiri, sampah jenis ini sulit untuk diurai oleh alam. Lalu bagaimana memanfaatkan tas plastik ini yang sudah tentu banyak kita punya tiap kali membeli sesuatu sebagai bungkusnya??… Ketika kita akan membeli barang di supermarket atau pasar, sebaiknya kita bawa tas atau keranjang belanja dari rumah, sehingga ketika menerima barang pembelian, kita tidak mendapat “gratisan” tas plastik dari penjual yang malah nambah-nambahi tumpukan sampah di rumah kita,

  1. Jika kita tidak bawa tas, dan saat barang yang kita beli sedikit, misal hanya beli sabun, kita minta saja untuk tidak diberi bungkus tas plastik.
  2. Bisa juga kalau di rumah kita ada tas plastik banyak yang tidak terpakai, bisa kita gunakan sebagai tempat sampah (yang kita taruh di atas tempat sampah asli dengan membentuk tas plastik mengikuti bentuk tempat sampah), sehingga ketika sampah sudah menumpuk, kita tinggal mengambil tas plastiknya dan membuangnya di tempat pembuangan sampah.
  3. Nah, bagi anak kos utamanya, misal kalau beli makan kebanyakan kan dibungkus. Padahal bungkus yang biasa digunakan adalah kertas minyak. Tentunya pembuatan kertas minyak itu dari alam yakni pepohonan. Jadi misal sekarang jika para anak kos hendak beli makan, janganlah dibungkus, usahakan makan ditempat makan, atau bawa kotak makan sebagai wadah makanan anda. Biar bumi kita tidak menumpuk sampah kertas minyak.
  4. Bila minum di restoran, atau tempat nongkrong, jangan menggunakan sedotan. Karena sedotan juga kan dari plastik. Jadi tentunya sampah sedotan juga susah diuraikan.
  5. Atau misal bagi para Kreativis, yang punya jiwa kretivitas tinggi, sangat diperbolehkan untuk mendaur ulang sampah. Karena selain mudah didapat, juga menolong bumi dari “sakitnya”. Misal dengan menbuat tas atau hiasan dinding dari botol plastik bekas, atau bungkus detergen.

Tapi saat ini supermarket sudah menyediakan tas plastik yang bisa hancur sendiri. Sehingga bisa sedikit meringankan beban Tn. Bumi. Tapi tips diatas mungkin bisa dipakai sebagai rujukan.

Penanganan sampah jenis plastik juga harus benar, jika plastik dibakar akan menyebabkan polusi dan racun sehingga pemakaiannya perlu dibatasi.

Antipiretik (penurun demam)

Tujuan pemberian antipiretik ini untuk mencegah efek rumah kaca (green house effect). Efek rumah kaca menyebabkan kenaikan suhu Tn. Bumi sehingga mempengaruhi iklim secara global (kerugian manusia, makhluk hidup lain, dan ekosistem) walaupun berdampak positif bagi kegiatan pertanian di Eropa pada musim dingin. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir efek rumah kaca.

  1. Menurunkan polusi udara. Berangkat kuliah, kerja dengan naik motor atau angkutan bersama teman (makin bagus jika menggunakan sepeda), selain itu mengurangi kemacetan.
  2. Menghemat energi listrik. Kita bisa mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan, yang mengurangi polusi karena penggunaan bahan bakar.
  3. Menghemat kertas. Bisa kita lakukan dengan memakai dua sisi kertas. Kertas dan plastik adalah bahan yang sulit diurai. Jika dibakar, akan menghasilkan polusi dan zat racun.

Obat Diare (Oralit) (pencegahan dehirasi)

Tujuan pemberian oralit ini untuk mencegah penggundulan hutan (Illegal Logging). Saat ini sudah banyak digalakkan penanaman bibit pohon baru, sehingga meningkatkan penyimpanan air. Penebangan pohon secara serampangan sudah banyak dilakukan oleh manusia. Hujan sedikit saja bisa menyebabkan banjir. Banjir ini tentunya merugikan dan mematikan semua aktivitas warga, kegiatan ekonomi terhenti, kegiatan belajar diliburkan, transportasi pun ikut “mandeg” (berhenti). Apalagi jika timbul komplikasi, misal tanah longsor. Akibat penebangan pohon pula terjadi krisis air bersih. Selain, terjadi kenaikan suhu Tn. Bumi yang ekstrim, salah satunya (secara tidak langsung) menimbulkan efek rumah kaca.

Hal ini tentunya menjadi masalah sistemik yang harus segera dihentikan, banyak hutan kita telah habis dibabat liar tanpa dibarengi penanaman bibit pohon baru. Tentunya untuk menolong bumi dari “sakit” yang luar biasa ini dapat dengan berbagai cara, tergantung individualnya. Diperlukan pengawasan lebih intens lagi dari pihak pemerintah dan kesadaran tingkat tinggi masyarakat kita.

Selamat Hari Bumi….

Mari Selamatkan Bumi kita…

One Comment leave one →
  1. April 20, 2010 12:34 pm

    nice artikel…good luck yachhh!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: