Skip to content

Fisiologi Organ Enterohepatik

April 12, 2010

Hati

Sekresi Empedu oleh Hati

Salah satu fungsi hati adalah sekresi empedu, normalnya 600-1000 mL/hari. Empedu mempunyai  dua fungsi penting: 1) Empedu memainkan peranan dalam pencernaan lemak melalui asam empedu sehingga lemak teremulsi dalam partikel kecil dan mampu di cerna oleh getah pankreas dan asam empedu juga membantu absorbsi produk akhir lemak oleh mukosa intestinal; 2) Empedu berperan dalam produk akhir pembuangan dari darah, terutama bilirubin (produk akhir dari penghancuran bilirubin) dan kelebihan kolesterol.

Pankreas

Berperan dalam pengaturan hormonal dan pencernaan.

Enzim pencernaan pankreas di sekresikan di sel asini pankreas (struktur mirip kelenjar saliva), dan larutan natrium bikarbonat diekskresi di duktulus kecil dan duktus besar yang berasal dari asini pankreas. Kedua produk ini disekresi melalui duktus pankreatikus yang kemudian bersama duktus hepatikus bermuara di duodenum melalui papilla vater. Sekresi pankreas terutama adanya kimus yang masuk ke saluran pencernaan.

Pengaturan hormonal dengan mensekresi insulin, glukagon, somatostatin di sel pulau langerhans, sedangkan dalam pencernaan, pankreas mensekresi getah pankreas di jaringan pankreas yang akan dijelaskan lebih dalam di bawah ini.

Enzim Pencernaan Pankreas

Mencerna 3 jenis makanan utama, karbohidrat, lemak, dan protein

  1. Karbohidrat. Dicerna oleh enzim amylase pankreas, menghidrolisis pati, glikogen, dll (kecuali selulosa) menjadi disakarida dan sebagian trisakarida
  2. Lemak. Lipase pankreas, menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan monogliserida; kolesterol esterase, menghidrolisis ester kolesterol; fosfolipase, memecah asam lemak dari fosfolipid
  3. Protein. Tripsin dan kimotripsin, memecah protein menjadi peptide; karboksipolipeptidase, memecah peptide menjadi asam amino.

Proses Sekresi Enzim Pencerna Protein. Tripsinogen, kimotripsinogen, prokarboksipolipeptidase merupakan bentuk enzim yang tidak aktif. Adanya kimus merangsang enterokinase di mukosa usus mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin dan secara autokatalisasi tripsin mampu mengaktifkan tripsinogen lainnya. Sedangkan kimotripsinogen dan prokarboksipolipeptidase diaktifkan oleh tripsin.

Sekresi Ion Bikarbonat. Adanya ion bikarbonat dan air yang disekresi di duktulus dan duktus yang keluar dari asini mampu menetralkan HCl yang berasal dari lambung

Pengaturan Sekresi Pankreas

  • Asetilkolin, dilepaskan dari ujung nervus vagus parasimpatis dan dari saraf kolinergik dalam sistem saraf enterik
  • Kolesistokinin, disekresi di mukosa duodenum dan jejunum ketika kimus masuk ke dalam usus halus.
  • Sekretin, disekresi di mukosa duodenum dan jejunum ketika makanan yang sangat asam masuk ke usus halus.

Kedua stimulus pertama, merangsang sekresi enzim pencernaan pankreas dalam jumlah besar tapi air dan elektrolit dalam jumlah kecil, sehingga masih adanya enzim pencernaan Pankreas masih tertinggal dalam asini dan duktus, yang kemudian ketika stimulus sekretin merangsang sekresi air dan elektrolit dalam jumlah besar.

Limpa

Fungsi Limpa. Limpa dibagi menjadi dua daerah sebagai tempat penyimpan darah: sinus venosus dan pulpa.

Sinus bentuknya dapat membengkak seperti sistem vena lainnya dan dapat menyimpan darah lengkap.

Pada pulpa limpa, kapilernya begitu permeable sehingga eritrosit mudah keluar dan masuk  ke jaringan trabekula  yang membentuk pulpa merah, sedangkan plasma tetap mengalir ke sinus venosus kemudian asuk ke sirkulasi sistemik. Eritrosit bisa keluar dan masuk ke dalam sirkulasi ketika terdapat rangsangan sistem saraf simpatis. Selain pulpa merah, terdapat pulpa putih sebagai pembentuk sel-sel limfoid sebagai sistem imun tubuh.

Selain sebagai penyimpan darah, limpa juga berperan dalam penghancuran eritrosit yang tua; hemoglobin dan stroma sel hasil dari pemecahan eritrosit akan dicerna oleh sel reticular endotelial limpa (juga sebagai penghancur bahan infeksius, bakteri, parasit, dll) dan dibuat zat nutrisi bagi pembentukan eritrosit yang baru.

Referensi

Guyton A. C., Hall J. E., 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta : EGC

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: