Skip to content

GOUT Disease

April 9, 2010

Merupakan kondisi akibat penimbunan kristal monosodium urat yang mengendap pada jaringan tubuh atau supersaturasi asam urat di cairan ekstra sel dan bercirikan serangan yang berulang dari arthritis. Gout kronis dapat menjurus pada endapan gumpalan keras asam urat di dan sekitar sendi, benjolan bagian tertentu dari tubuh (tofi), mengurangi fungsi ginjal, dan batu ginjal.

Meskipun peningkatan kadar asam urat merupakan komponen esensial pada gout, tidak semua pasien hiperurisemia menderita gout, yang mengisyaratkan bahwa terdapat faktor selain hiperurisemia yang berperan dalam patogenesis gout.

Asam urat: produk uraian purine bagian dari makanan. Purin adalah salah satu senyawa basa organik yang menyusun asam nukleat atau asam inti dari sel dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein. Purin: Disintesis lewat jalur De Novo (intermediet amfibolik), fosforibosilasi purin, fosforilasi nukleosida purin. Normal= kadar asam urat darah pria dewasa < 7 mg % dan wanita pengendapan kristal urat di sekitar sendi yang menimbulkan rasa linu & sakit, Alkohol (efek diuretic)–> dehidrasi dan mempercepat gout akut, mempengaruhi metabolisme asam urat, hyperuricemia, menghalangi pengeluaran dari asam urat dari ginjal dan mempercepat kristal pada sendi-sendi., penyakit tertentu (insufisiensi ginjal, kanker), kelainan enzim dalam tubuh (def. HGPRT parsial atau total).

Faktor Resiko: (1)Obese, alcohol, (2)Kondisi klinis: hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, fungsi ginjal abnormal, (3)Obat: Obat hipertensi, aspirin, thiazide diuretics (hydrochlorothiazide [Dyazide]), niacin, cyclosporine, obat tuberculosis (pyrazinamide dan ethambuto), (4)Riwayat keluarga yang mengalami Gout, (5)Pria, rentang usia 40-50 tahun, (6)Penyakit yang menjurus produksi berlebih asam urat, Ex: leukemia, lymphomas, dan kelainan Hb. (studi baru-baru ini) secara abnormal (hypothyroidism) pada pasien dengan gout, (7)Mempercepat serangan gout akut, Ex: dehidrasi, luka sendi, demam, makan malam berlebih, pemasukan alkohol yang berat, stres dan operasi (kemungkinan berhubungan dengan perubahan dalam keseimbangan cairan tubuh ketika pasien untuk sementara menghentikan pemasukan cairan yang normal melalui mulut dalam persiapan dan pasca operasi).

Patogenesis
Suatu kelainan genetik dalam kemampuan memproses asam urat–> serangan gout, batu ginjal, dan halangan dari tubulus penyaring ginjal dengan kristal asam urat, menjurus pada gagal ginjal. Pada sisi lain, hiperurisemia tanpa arthritis atau masalah ginjal. Gout umumnya digunakan untuk merujuk pada serangan arthritis yang menyakitkan. Terdapat 2 jalur: jalur De Novo dan jalur Penghematan.

Jalur De Novo melibatkan sintesis purin kemudian asam urat dari prekursor non purin. Substrat awal: ribose-5-fosfat–> melalui serangkaian zat antara–> purin (As. Inosinat, As. Guamilat, As. Adenilat). Tahap ini diatur oleh mekanisme yg kompleks. Terdapat (1) pengendalian amido fosforibosiltransferase (amido-PRT), dan 5-fosforibosil-1-pirofosfat (PRPP) sintetase oleh nukleotida purin. (2) Pengaktifan amido-PRT oleh substrat PRPP

Jalur Penghematan merupakan mekanisme basa purin bebas hasil katabolisme nukleotida purin, katabolisme As. Nukleat dan asupan makanan, untuk membentuk nukleotida purin. Terjadi dalam reaksi satu tahap; basa purin bebas (hipoxantin, guanine, adenine) berkondensasi dg PRPP membentuk prekursor nukleotida purin dari asam urat. Reaksi ini di katalisis oleh HGPRT dan APRT.

Apapun penyebabnya peningkatan asam urat di cairan sendi (synovial), lapisan sendi (lapisan synovial) dan dalam darah–> endapan natrium urat melalui serangkaian kejadian–> serangan yang sangat menyakitkan dengan suatu penimbulan peradangan sendi cepat. Peradangan sendi yang hebat terjadi ketika leukosit menelan kristal asam urat dan melepaskan kimia-kimia dari peradangan, menyebabkan nyeri, panas, dan kemerahan dari jaringan-jaringan sendi.

Penyakit Gout Primer.
Sebanyak 99% penyebab penyakit gout primer idiopatik, diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan faktor hormonal–> gangguan metabolism–> produksi asam urat meningkat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. Defek Enzim diketahui (def. HGPRT parsial (jarang) )
1. Penyakit gout sekunder (didapat)
Meningkatnya produksi asam urat dan berkurangnya pengeluaran asam urat dalam urin. Berkaitan dengan peningkatan pertukaran asam nukleat ( leukemia), penyakit ginjal kronis, Kelainan metabolism bawaan ( def. HGPRT total (sind. Lesch-Nyhan) )

HIPERURISEMIA
Keadaan meningkatnya asam urat dalam darah akibat gangguan metabolisme purin. Nukleotida ini bukan merupakan protein esensial karena >50 % purin berasal dari metabolisme tubuh. Sebagai bagian dari materi genetik (DNA dan RNA), purin terdiri atas guanin dan adenin. Salah satu produk limbah purin pada manusia adalah asam urat yang sulit larut dalam urin (garam urat lebih larut daripada asam urat). Dalam urin pH 5, hanya 10% asam urat yang larut dibanding dalam urin pH 7, pH urin manusia umumnya 5,8. Sebenarnya produk nitrogenus hasil metabolisme purin diekskresikan lewat 3 bentuk: NH3, urea dan senyawa urat. Hewan yang hidup dalam air akan mengekskresikan produk limbah tersebut dalam bentuk NH3 karena air sebagai pelarut. Manusia dan hewan lainnya akan mengekskresikan dalam bentuk urea (ureotelik) dan senyawa urat (urikotelik). Hanya saja, manusia, burung, amfibi dan reptil tidak memiliki enzim urikase yang dapat mengubah asam urat menjadi senyawa yang mudah larut, yaitu alantoin, sehingga terdapat depot asam urat dalam tubuh. Pada laki-laki, depot asam urat berkisar 1200 mg, pada wanita, sekitar 600 mg. Pasien penyakit gout tanpa tofus memiliki depot asam urat sekitar 2-4 gr, sedangkan pasien dengan tofus bisa mengandung depot asam urat sampai 30 gr. Nukleotida lainnya, pirimidin (sitosin, timidin, uridin), jarang menimbulkan masalah kesehatan karena produk limbahnya bersifat larut dalam urin.

Hiperurisemia pada manusia dapat bermanifestasi sebagai penyakit pirai yang dapat berupa inflamasi sendi (artritis gout), pembentukan tofus (endapan asam urat) dalam tulang dan tulang rawan (daun telinga), atau batu kemih (urolitiasis urat). Penumpukan asam urat dalam jaringan kerangka (muskuloskeletal) dapat menimbulkan cacat (deformitas), sedangkan batu kemih bisa mengakibatkan gagal ginjal.

Peradangan sendi bersifat menahun dan setelah terjadinya serangan berulang, sendi bisa menjadi bengkok. Hampir 20% penderita gout memiliki batu ginjal. Prevalensi makin meningkat terutama pria usia 40-50 tahun. Pria:Wanita= 9:1. Tidak menimbulkan gejala sebelum usia 30 tahun. Dalam evolusi Gout, ada 4 stadium: hiperurisemia asimptomatik, arthritis gout akut, gout “intercritical”, gout tofus kronik. Gout kronik, awalnya nyeri lokal, monoartikular yg akhirnya menjadi poliartikular. Sebagian besar kasus timbul mendadak dan hebat. Serangan akut biasanya reda total dan diikuti gout intercritical. Tanpa pengobatan pada sendi yg terkena–> poliartikular–> deformitas sendi yg permanen.

Sendi ibu jari kaki (sendi bunion) (90%), telapak kaki, pergelangan kaki, tumit, lutut, siku, serta sendi-sendi kecil lain pada tangan. Nyeri dan pembengkakan sering menyebabkan pasien sulit berjalan, ada kalanya disertai demam dan daerah sendi yang bengkak terasa panas bisa berlangsung 24-36 jam. Bahkan, bisa lebih lama lagi tergantung parah tidaknya peradangan.

Gejala
Serangan gout akut dengan nyeri cepat di sendi diikuti hangat, bengkak, merah, dan kepekaan. Kepekaan dapat menjadi hebat (bahkan selimut menyentuh kulit diatas sendi yang sakit dapat menjadi tak tertahankan). Terdapat demam dengan serangan gout akut–> menyakitkan, biasanya surut dalam jam-hari, dengan atau tanpa pengobatan, (jarang, berminggu-minggu). Kebanyakan pasien gout akan mengalami serangan yang berulang dari arthritis bertahun-tahun.

Kristal asam urat dapat mengendap dalam kantong kecil yang berisi cairan (bursae) sekitar sendi. Kristal asam urat ini dapat mendorong peradangan di bursa menjurus pada nyeri dan pembengkakan sekitar sendi–> bursitis. Kasus jarang, gout menjurus pada suatu tipe yang lebih kronis dari peradangan sendi yang meniru rheumatoid arthritis.

Pada gout kronis (tophaceous), tophi mengendap di area jaringan lunak. Umumnya ditemukan sebagai simpul yang keras sekitar jari tangan, ujung dari siku tangan, dan sekitar jempol kaki, Ex: telinga, vocal cords, atau (jarang) sekitar spinal cord.

Diagnosa
Ditemukan kristal urat dalam tophi, tapi tidak semua pasien mempunyai tophi–> kurang spesifik. Sehingga diagnosis bisa dilakukan dengan: (1). Riwayat inflamasi klasik arthritis monoartikuler (khususnya) MTP-1 (jari kaki), pergelangan kaki dan lutut adalah sendi-sendi berikutnya yang paling umum. Menyerang satu sendi pada waktu yang sama, dimana kondisi-kondisi arthritis lain, seperti systemic lupus dan rheumatoid arthritis, biasanya menyerang banyak sendi-sendi secara simultan. (2) Diikuti stadium interkritik dimana bebas symptom. (3) Resolusi synovitis yg cepat dengan kolkisin. (4) Hiperurisemia. Kadar asam urat normal tidak dapat menghindari diagnosis gout. Logan dkk mendapatkan 40% pasien gout mempunyai asam urat normal.
Dan serangan akut artritis gout tidak selalu harus dalam keadaan asam urat tinggi. Fluktuasi kadar asam urat yang cenderung turun-naik, juga bisa mengakibatkan serangan akut. Ex, seorang dengan kadar asam urat normal bisa terkena serangan akut beberapa jam setelah makan semangkuk soto jeroan sapi. Sebaliknya, orang dengan kadar asam urat tinggi bisa mendapat serangan akut kalau melakukan diet terlalu ketat atau minum obat penurun asam urat (allopurinol) dosis tinggi. Diet ketat atau konsumsi obat tersebut menyebabkan kadar asam urat turun drastis ( ada kristal asam urat di cairan sendi–> Cairan sendi dianalisa untuk kristal asam urat dan infeksi. Mengkilap dan seperti jarum (dilihat dengan polarizing microscope). Dibuat juga dengan menemukan kristal asam urat ini dari meterial yang disedot dari tophi dan cairan bursitis.

X-rays (mungkin) menunjukkan endapan kristal tophi dan kerusakan tulang sebagai suatu akibat dari peradangan rekuren, juga memonitor efek gout kronis pada sendi.

Penatalaksanaan
Intake cairan yang cukup–> mencegah gout akut, mengurangi risiko pembentukan batu ginjal. Perubahan diet–> mengurangi tingkat asam urat di darah. Karena kimia purine dirubah oleh tubuh kedalam asam urat, konsumsi susu–> mengurangi risiko. Pengurangan berat badan–> menurunkan resiko serangan gout rekuren–> dengan mengurangi lemak dan pemasukan kalori, digabungkan latihan aerobic yang teratur. Istirahat dan menaikkan sendi yang meradang. Ice-pack membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Menghindari aspirin (jika memungkinkan), karena mencegah pengeluaran asam urat dari ginjal.
Farmakoterapi, (1) acetaminophen (Tylenol) atau analgesik lain yang lebih berpotensi–> penghilang nyeri.(2) NSAIDS, colchicine, corticosteroids–> mengurangi peradangan sendi. Obat-obat dipertimbangkan untuk mengendalikan kekacauan metabolisme yang mendasarinya yang menyebabkan hyperuricemia dan gout.
NSAIDS (indomethacin (Indocin) dan naproxen (Naprosyn))–> efektif untuk gout akut. Obat ini berangsur dikurangi setelah arthritis hilang. Efek samping (umum)–> iritasi sistem pencernaan, pemborokan lambung dan usus, dan bahkan perdarahan usus. Pasien daftar sejarah alergi terhadap aspirin atau polip-polip hidung harus menghindari NSAIDS karena risiko dari suatu reaksi alergi yang kuat (anaphylactic). Colchicine untuk gout akut diberikan scr oral (umum) dan IV. Oral–> 1-2 jam hingga ada perbaikan nyeri yang signifikan atau terdapat efek samping pencernaan (diare parah), mual dan muntah. Corticosteroids (prednisone)–> merawat gout akut. Secara oral atau suntikan langsung kedalam sendi yang meradang. Dapat pada pasien yang mempunyai masalah ginjal, hati, atau pencernaan. Penggunaan kronis jangka panjang dari corticosteroids tidak dianjurkan karena efek samping jangka panjang yang serius.

Obat lain dapat dipakai selama jangka panjang untuk menurunkan tingkat asam urat darah–>mengurangi risiko dari serangan arthritis rekuren, batu ginjal, dan penyakit ginjal, dan secara perlahan memecahkan endapan tophi yang keras. Obat tersebut bekerja dengan meningkatkan pengeluaran asam urat dari ginjal, atau mengurangi produksi asam urat. Obat ini umumnya tidak dimulai hingga peradangan arthritis gout akut telah mereda karena dapat memperburuk serangan. Jika mereka telah dikonsumsi sebelum serangan–> pemakaian terus dan hanya disesuaikan setelah serangan telah hilang. Karena banyak pasien dengan tingkat asam urat darah yang naik mungkin tidak mengembangkan serangan gout atau batu ginjal, keputusan untuk perawatan dengan obat yang menurunkan asam urat yang berkepanjangan harus dibedakan antara individu.
Probenecid (Benemid) dan sulfinpyrazone (Anturane)–> mengurangi tingkat asam urat darah dengan meningkatkan pengeluaran dari asam urat kedalam urin. obat ini dapat menyebabkan batu ginjal (jarang)–> harus dihindari pasien dengan riwayat batu ginjal. Harus dikonsumsi dengan cairan yang banyak–> memajukan jalan lintasan yang cepat dari asam urat keluar dari sistem urin–> untuk mencegah pembentukan batu. Allopurinol (Zyloprim)–> menurunkan tingkat asam urat darah dengan mencegah produksi asam urat dan menghalangi perubahan metabolisme dari purin makanan ke asam urat. Digunakan hati-hati pada pasien dengan fungsi ginjal yang buruk–> efek samping, ruam kulit (rash) dan kerusakan hati.

Jika pasien telah sedang mengkonsumsi obat-obat ini, mereka dipertahankan pada dosis yang sama sewaktu serangan akut. Pada beberapa pasien, meningkatkan dosis dari obat tersebut dapat mempercepat serangan gout. Pada pasien ini, dosis rendah dari colchicine dapat diberikan untuk mencegah percepatan dari gout akut.

Referensi:
Kumar V., Cotran R. S., Robbins S. L., 2007. Buku Ajar Patologi Volume 2 Edisi 7. Jakarta : EGC

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta : EGC
Silbernagle S., Lang F., 2007. Teks dan Atlas Berwana Patofisiologi. Jakarta : EGC
http://www.totalkesehatananda.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: