Skip to content

Histologi Organ Enterohepatik

Maret 30, 2010

Hepar, Kandung Empedu, Pankreas, Limpa merupakan organ tambahan saluran cerna. Organ-organ ini berhubungan dengan saluran cerna melalui papilla duodeni mayor. Hepar dan kandung empedu mempunyai saluran duktus choledokus dan pankreas mempunyai duktus pankreatikus utama. Kedua saluran tersebut saling berhubungan masuk ke lumen duodenum melalui papilla duodeni mayor.

Hepar

Hepar terdiri atas lobus dekstra, lobus sinistra, lobus caudatus, dan lobus quadratus. Tiap lobus tersusun atas lobulus-lobulus. Tiap lobulus tersusun vena sentralis, yang dikelilingi lempeng hati dan sinusoid secara radial. Bentuk lobulus hepar sendiri seperti heksagonal, yang kebanyakan di tiap sudutnya terdapat trias porta yang terdiri atas arteri hepatica, vena porta, dan duktus biliaris. Arteri hepatica (kaya oksigen) dan vena porta (miskin oksigen, kaya zat nutrisi dan zat toksik) mengalir ke sinusoid dan menuju vena sentralis yang berlanjut ke vena hepatica lalu ke vena cava inferior.
Sinusoid
merupakan saluran yang berliku dan melebar, diameter tidak teratur, dilapisi sel endotel tak utuh yang dibatasi hepatosit (diantaranya terdapat ruang disse). Akibat tersusun dari lapisan endotel tak utuh sehingga zat nutrisi dengan mudah mengalir ke hepatosit. Selain tersusun atas lapisan endotel yang tidak utuh, diantara lapisan endotel dan hepatosit terdapat serat retikular (sebagian besar membentuk jaringan ikat penyokong hati). Serat retikular ini di sekitar vena sentral membentuk jalinan padat serat
Di tepi lobulus, terdapat sel-sel hati yang membentuk lempeng pembatas kuat yang memisahkan lempeng hati dan sinusoid dari jaringan ikat septum interlobular. Jaringan ikat septum interlobular terdapat serat kolagen yang tidak teratur.
Hepatosit berbentuk poligonal dengan macam-macam ukuran, dengan satu buah inti vesicular besar (kadang berinti dua), sitoplasma asidofilik bergranul (bervariasi sesuai status fungsionalnya)
Hepatosit menyekresikan empedu yang dialirkan ke kanalikuli biliaris berlanjut ke duktus biliaris (pada daerah porta) berlanjut ke duktus hepatikus dan keluar dari hati.

Korelasi Fungsional Hepar

Hepar mempunyai banyak fungsi. Sebagai sel eksokrin, sel hepar menyintesis dan membebaskan empedu (lihat penjelasan diatas) untuk membantu pencernaan dan (juga) untuk disimpan dalam kandung empedu sampai dibutuhkan. Dari duktus hepatikus masuk ke kandung empedu melalui duktus cystikus. Garam empedu yang terdapat dalam empedu mengemulsikan lemak sehingga mudah diserap oleh epitel usus halus. Pengemulsian lemak ini membantu lipase pankreas untuk mencerna lemak. Setelah diserap usus halus, lemak memasuki saluran lacteal limfatik yang terletak pada setiap vilus. Dari vili, lemak dibawa ke pembuluh limfatik yang lebih besar, yang diteruskan ke vena untuk diteruskan ke jantung.
Sebagai sel endokrin, sel hepar banyak melepaskan produk melalui sinusoid (penjelasan aliran hepar, lihat atas). Hepatosit mensintesis protein plasma (albumin, factor pembekuan darah protrombin dan fibrinogen). Hati juga menyimpan glukosa (sebagai glikogen), lemak (sebagai trigliserida), protein (sebagai asam amino), dan berbagai vitamin. Sel hati juga mendetoksikasi berbagai obat dan bahan kimia perusak. Sel kupffer adalah sel fagosit dari monosit yang terlatak dalam sinusoid. Pada fetus, hepar berperan dalam hematopoietic (fungsi penting pembentukan darah).

Kandung Empedu

Merupakan organ berongga kecil yang melekat pada permukaan bawah hepar penyimpan empedu (bukan kelenjar). Empedu dari hati disimpan dalam kandung empedu. Empedu keluar melalui duktus cystikus masuk ke duodenum melalui duktus choledokus, setelah mengalami rangsangan hormonal
Lapisan penyusun dari dalam ke luar terdiri atas:
1. Mukosa (lamina propia dan epitel silindris), lapisan ini membentuk lipatan (mirip vili usus halus) dan hilang saat diregangkan. Lamina propia tersusun atas jaringan ikat longgar dan beberapa limfoid difus
2. Lapisan fibromuskular, terdiri dari serat otot polos. Diantara serat otot polos juga terdapat lapisan jaringan ikat longgar kaya elastin
3. Lapisan jaringan ikat perimuskular banyak mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe, dan saraf
4. Serosa, lapisan terluar dan menutupi semua bangunan ini. Kecuali fundus yang tertutupi adventisia karena langsung menempel pada hepar

Korelasi Fungsional Kandung empedu

Fungsi utama sebagai penyimpan, memekatkan, dan mengeluarkan empedu saat diperlukan pencernaan. Natrium secara aktif diangkut melalui epitel selapis silindris ke dalam jaringan ikat ekstrasel, sedang ion klorida dan air mengikuti secara pasif sehingga empedu memekat
Sebagai respon adanya kimus berlemak masuk ke duodenum, hormone kolesistokinin (CCK), dilepas dalam aliran darah oleh sel enteroendokrin pada mukosa usus halus, dibawa ke kandung empedu, menimbulkan kontraksi otot polos pada dindingnya, pada saat yang sama, otot sfingter di leher empedu mengalami relaksasi, menyebabkan empedu keluar melalui duktus cystikus dan duktus choledokus.

Pankreas

Organ yang panjang, lunak, letaknya posterior terhadap lambung, caput terletak di lengkung duodenum dan caudanya menjurus ke limpa. Pankreas mengandung sel eksokrin dan endokrin.

Pankreas Eksokrin
Pankreas mempunyai sel eksokrin (penyusun sebagian besar ). Sel eksokrin adalah sel asinar berbentuk pyramid, saling berhimpit dan berisi granul besar sekresi, yang merupakan prekursor enzim pencernaan pankreas yang disekresikan ke dalam duktus ekskretorius dalam bentuk tidak aktif (diaktifkan oleh hormon yang disekresi mukosa usus halus saat masuk ke lumen duodenum).
Asini serosa (terdiri atas sel zimogen penghasil protein) yang berhimpitan, tersusun atas lobulus kecil. Lobulus dikelilingi septa intra- dan interlobularis dengan pembuluh darah ,duktus, saraf dan (kadang) badan paccini. Di dalam massa asini serosa terdapat pulau langerhans.
Asini sekretoris dibagi dalam lobuli dan digabung oleh jaringan ikat longgar. Duktus ekskretorius pada pankreas eksokrin berawal dari pusat asini sebagai sel sentroasinar berlanjut ke duktus interkalaris pendek (epitel kuboid rendah). Duktus ini kemudian bergabung dengan duktus interlobular (epitel kuboid selapis) yang makin lebih besar (epitel kuboid berlapis) yang terdapat di dalam septa jaringan ikat, dan bermuara duktus pankreatikus utama.

Pankreas Endokrin
Sebagian pankreas berupa pulau langerhans, yaitu massa sel endokrin berbentuk bulat degan berbagai ukuran, dipisah dari jaringan asini eksokrin disekelilingnya oleh selapis retikular halus. Pulau langerhans biasanya lebih besar dari sel asini dan tampak sebagai kelompok padat sel-sel epitel yang ditembus banyak kapiler. Tersusun atas sel endokrin yang terdiri dari sel alpha (20% pulau) (penghasil glucagon), sel beta (70% pulau) (penghasil insulin), sel delta (penghasil somatostatin), dan sel F (PP) (belum banyak diketahui )

Fungsi Korelasi Pankreas

Pankreas Eksokrin
Pankreas menghasilkan enzim pencernaan dan cairan alkalis yang berperan dalam perombakan karbohidrat, protein, dan lemak menjadi partikel kecil agar diabsorbsi di usus halus.
Sekresi pankreas diatur oleh:
1. Asetilkolin, dilepaskan dari ujung n. vagus parasimpatis dan saraf kolinergik di dalam sistem saraf enteric.
2. Kolesistokinin (CCK), disekresi oleh sel entero endokrin (APUD) mukosa duodenum dan yeyenum bagian atas ketika makanan masuk ke dalam usus halus
3. Sekretin, disekresi oleh sel entero endokrin (APUD) mukosa duodenum dan yeyenum bagian atas ketika makanan yang sangat asam masuk ke dalam usus halus
Stimulus nomor 1 dan 2 merangsang sel asinar pankreas menyekresi enzim pencernaan pankreas dalam jumlah besar tapi dengan jumlah air dan elektrolit yang relative kecil. Sedangkan stimulus nomor 3 berperan dalam rangsangan sekresi larutan air dari natium bikarbonat dalam jumlah besar epitel duktus pankreas. Fungsi cairan ini menetralkan kimus asam tadi dan menciptakan lingkungan optimal bagi kerja enzim pankreas.

Pankreas Endokrin
Pankreas menghasilkan hormon:
1. Glukagon, dihasilkan sel α pankreas yang pembebasannya dirangsang karena penurunan kadar glukosa darah. Fungsi fisiologisnya meningkatkan kadar glukosa darah dengan mengonversi glikogen, asam amino, asam lemak
2. Insulin, dihaslikan sel β pankreas yang pembebasannya dirangsang peningkatan glukosa darah setelah makan. Fungsi fisiologisnya menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan transport glukosa ke dalam hepatosit, sel lemak, dan otot. Insulin juga berperan dalam konversi glukosa menjadi glikogen dalam hati (glikogenesis)
3. Somatostatin, dihasilkan sel δ pankreas. Berfungsi menurunkan dan menghambat aktivitas sekresi sel α pankreas dan sel β pankreas melalui pengaruh local dalam pulau langerhans
4. Sel F (masih belum diketahui)

Limpa

Dibungkus sebuah simpai, jaringan ikat padat yang menjulurkan trabekula jaringan ikat ke bagian dalam limpa. Limpa tidak mempunyai bagian korteks maupun medulla. Trabekula utama masuk ke dalam hilus yang berisi arteri dan vena trabekularis
Pada limpa terdapat sejumlah agregat limfonodulus; noduli ini membentuk pulpa alba organ. Didalamnya terdapat pusat germinal dan arteri sentralis (cabang dari arteri trabekularis) yang terletak eksentrik. Pada tepi limfonoduli terdapat zona perifer yang diisi oleh (terutama) limfosit T sedangkan limfosit B terdapat di pusat germinal
Disekitar trabekula dan limfonodulus terdapat anyaman sel merata yang membentuk bagian terbesar dari organ limpa yaitu pulpa rubra. Pulpa rubra mengandung arteri pulpa, sinus venosus, dan korda limpa (Billroth). Arteri pulpa cabang dari arteri sentralis yang keluar dari limfonoduli. Korda splenika adalah agregat jaringan limfatik yang mengandung limfosit kecil, dan macam-macam sel darah.

Fungsi Korelasi Limpa

Limpa dalah organ limfoid terbesar. Fungsinya:
1. Utamanya menyaring darah. Karena mempunyai system Retikuloendotelial, maka limpa sangat efektif sebagai penyaring antigen, mikroorganisme, dan eritrosit tua atau abnormal. Materi yang terperangkap pada anyaman reetikular kemudian dibuang dari darah oleh makrofag dan sel reetikular fagositik.
2. Berperan dalam daur ulang besi. Makrofag menghancurkan hemoglobin (Hb) eritrosit tua. Besi dikembalikan ke sumsum tulang untuk dipakai lagi dalam sintesis ulang Hb baru oleh eritrosit yang sedang berkembang. Heme dari Hb didegradasi dan diekskresi ke dalam empedu oleh hepatosit.
3. Semasa fetal, sebagai organ hemopoietik yang menghasilkan eritrosit dan granulosit. Kemampuan ini makin menurun setelah lahir
4. Berperan juga sebagai reservoir darah yang penting sehingga banyak darah yang bisa ditampung (karena strukturnya longgar mirip spons). Bila diperlukan, darah simpanan itu dikembalikan ke sirkulasi umum

Daftar Pustaka
Corwin J. E. 19.. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC
Eroschenko V. P. 2003. Atlas Histologi di Fiore dengan Korelasi Fungsional Edisi 9. Jakarta : EGC
Guyton A. C, Hall J. E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta : EGC.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: