Skip to content

Pengobatan Tuberculosis pada Keadaan Khusus

Januari 14, 2010

Catatan:

H (isoniazid), R (Rifampisin), Z (Pirazinamid), S (Streptomisin), E (Ethambutol)

Pengobatan Tuberculosis (TB) pada keadaan:

  • Kehamilan
  1. Prinsip pengobatan tidak berbeda dengan pengobatan TB pada umumnya
  2. (WHO) hampir semua OAT bisa digunakan kecuali S karena bersifat permanent ototoxic dan menembus barrier placenta à gangguan pendengaran dan keseimbangan permanen pada bayi
  3. Perlu keberhasilan pengobatan sehingga proses kelahiran berjalan lancar dan bayi terhindar TB
  • Ibu menyusui dan bayinya
  1. Prinsip pengobatan tidak berbeda dengan pengobatan TB pada umumnya
  2. Semua jenis OAT aman digunakan
  3. Ibu dan bayi tidak perlu dipisah dan bisa disusui langsung
  4. Ibu harus mendapat OAT secara adekuat sehingga bayi tidak tertular
  5. Pengobatan pencegahan dengan H diberikan pada bayi sesuai BB-nya
  • Pasien TB pengguna kontrasepsi
  1. R berinteraksi dengan kontrasepsi hormonal (pil KB, suntikan KB, susuk KB) à menurunkan efekvitas kontrasepsi
  2. Pasien TB sebaiknya menggunakan kontrsepsi non-hormonal atau kontrasepsi yang mengandung estrogen dosis tinggi (50 mg)
  • Pasien TB dengan infeksi HIV/AIDS
  1. Tata laksana pasien TB-HIV/AIDS sama seperti pasien TB lain dan efek OAT tetap sama pada pasien TB-HIV/AIDS
  2. Prinsip pengobatan dengan mendahulukan pengobatan TB. Pengobatan ARV (Anti Retro Viral) dimulai berdasar stadium klinis HIV sesuai standar WHO
  3. S harus memperhatikan prinsip Universal Precaution
  4. Pasien TB yang beresiko tinggi terhadap HIV perlu dirujuk ke pelayanan VCT (voluntary Councelling and Testing)
  • Pasien TB dengan Hepatitis akut dan/atau Klinis ikterik
  1. Pemberian OAT ditunda sampai Hepatitis akut dan/atau klinis ikterik sembuh
  2. Keadaan dimana pengobatan TB sangat diperlukan, dapat diberikan S dan E maksimal 3 bulan sampai hepatitis sembuh dan dilanjutkan H dan R selama 6 bulan.
  • Pasien TB dengan kelainan Hepar kronik
  1. Bila curiga ada kerusakan faal hepar, dianjurkan pemeriksaan faal hepar sebelum pengobatan TB
  2. Bila SGOT/SGPT meningkat >3x normal, OAT tidak boleh diberikan dan bila telah dalam pengobatan, harus dihentikan
  3. Kalau peningkatannya <3x normal, pengobatan dapat diteruskan dan dalam pengawasan ketat
  4. P tidak boleh dipakai bila terdapat kelainan hati
  5. Paduan OAT: 2HRES/6HR atau 2HES/10HE
  • Pasien TB dengan Gagal Ginjal
  1. H,R,Z dapat dipakai dalam dosis standar pada pasien gangguan ginjal karena diekskresi melalui empedu dan dapat dicerna menjadi senyawa tidak toksik
  2. S dan E diekskresi melalui ginjal, sehingga harus dihindari apabila ada kelainan ginjal. Bila ada fasilitas pemantauan faal ginjal, S dan E dapat diberikan dengan dosis sesuai faal ginjal.
  3. Paduan OAT: 2HRZ/4HR
  • Pasien TB dengan DM
  1. Penggunaan R mengurangi efektivitas obat oral anti diabetes (sulfonil urea) sehingga perlu penambahan obat anti diabetes
  2. Insulin dapat digunakan untuk mengontrol gula darah setelah selesai pengobatan TB, dilanjutkan dengan anti diabetes oral.
  3. Hati-hati penggunaan E karena mempengaruhi retinopati diabetika (komplikasi DM)
  • Pasien TB yang perlu tambahan kortikosteroid
  1. Kortikosteroid hanya diberikan pada keadaan khusus yang membahayakan jiwa, seperti meningitis TB, TB Milier dengan/tanpa Meningitis, TB dengan Pleuritis Eksudativa, TB dengan Perikarditis Konstriktiva
  2. Selama fase akut, Prednison diberi dengan dosis 30-40 mg/hari, kemudian diturunkan secara bertahap. Lama pemberian sesuai jenis penyakit dan kemajuan pengobatan
  • Indikasi Operasi (reseksi paru)
  1. Untuk TB Paru: (1) pasien batuk darah berat yang tidak dapat diatasi dengan cara konservatif; (2) pasien dengan fistula bronkopleura dan empiema yang tidak dapat diatasi secara konservatif
  2. Untuk TB Ekstra Paru: pasien TB Ekstra Paru dengan komplikasi (misal TB tulang dengan kelainan neurologik)

Prof. Pasiyan Rahmatullah, Sp. PD

Konsultan Pulmonologi, Divisi Pulmonologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, FK UNDIP/RSUP Dr. Kariadi, Semarang

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: