Skip to content

Sindroma Vena Cava Superior (SVCS)

Desember 17, 2009

Definisi

Sindrom yang terdiri atas kumpulan keluhan dan kelainan fisik tertentu akibat tersumbatnya (partial atau total) aliran darah VCS menuju ke atrium kanan

Merupakan problem onkologik dan bisa menjadi keadaan gawat darurat. Disebabkan karsinoma paru (3-8%) (tumor pancoast dan limfoma).

Anatomi VCS

  • VCS menerima darah darah dari kepala, leher, anggota atas, dan thorak bagian atas; kemudian dialirkan ke atrium kanan
  • Muara VCS berjalan dekat bronkus utama kanan
  • Muara VCS dikelilingi oleh limfonodi mediastinal dan paratrakeal
  • VCS menerima darah dari v. azygos (dinding belakang dada)
  • Muara VCS dan VCI berdiri sendiri-sendiri, ada juga VCS dan VCI bergabung dulu baru bermuara ke atrium kanan (anomali)

Etiologi

  • Tumor ganas (90%), umumnya tumor pancoast
    • Karsinoma paru (52-81 %), bisa:
      • Karsinoma paru sel kacil/ anaplastik (41%)
      • Karsinoma paru sel skuamosa (27%)
      • Adeno Ca (14%)
      • Karsinoma paru sel besar (13%)
    • Kebanyakan terletak di hilus paru
  • Limfoma (biasanya di mediastinum) misal kanker payudara
  • Tumor primer di mediastinum: germ cell tumor, thymoma (keganasan thymus)
  • Terpasangnya kateter pada vena kava karena eperluan:
    • Monitor hemodinamik
    • Hiperalimentasi (memberi makan)
    • Cardiac pacing
    • Pemberian obat/ kemoterapi
    • Pemberian bahan-bahan lain/ produk darah

Dalam hal ini SVCS timbul karena pembentukan thrombus disekitar kateter

Mekanisme timbulnya SVCS

SVCS terjadi melalui mekanisme berikut secara sendiri atau bersama:

  • Kompresi tumor vena cava. Akibat compliance dinding vena kecil /tekanan intra vena rendah à mudah tertekan dan aliran darah terganggu
  • Tumor menginvasi langsung pada dinding vena à lumen vena menyempit (deformitas)à aliran darah terganggu
  • Kompresi tumor di luar vena à lumen menyempità thrombus intravenaà obstruksi aliran vena partial/ total
  • Thrombus di sekitar kateter ( CV catheter) àaliran darah vena lambat

Timbulnya SVCS bisa:

  • Pelan, sampai timbul keluhan dan tanda klinik jelas à jelek
  • Penderita punya resiko morbiditas dan mortalitas, bila ada: Gangguan respirasi, Gangguan hemodinamik, peningkatan tekanan intracranial

Gambaran Klinik

Keluhan:

  • Tanpa keluhan (awal dan penyakit ringan)
  • Dyspneu
  • Nyeri kepala, pusing (pening)
  • Penglihatan kabur
  • Perasaan kepala penuh (akibat peninggian tekanan intravena)

Keluhan yang jarang:

  • Dysphagia (sulit menelan)
  • Dysphonia (suara berubah)
  • Nyeri dada

Kelainan fisik

  • Merupakan tanda fisik oleh karena obstruksi VCS partial/ total:
    • Distensi vena (leher, dada: 50-90%), pada vena jugularis eksterna
    • Oedema muka (50%)
    • Oedema ekstremitas atas (10-15 %)
    • Sianosis (15-20%)
    • Plethora pada muka (20%)
    • Gambaran kolateral vena di dinding dadaà aliran darah kemana? (bisa jadi petunjuk adanya SVCS)

Diagnosis

Berdasar pada: anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang

Teknik Diagnosis

  • Adanya kecurigaan (suspected) bila menjumpai keluhan/ kelainan fisik yang mengarah adanya SVCS (bila obstruksi vena kava partialà tanda klinik belum jelas
  • Bila gejala jelasà lakukan diagnostic tes atau pem. penunjang diagnostic:
    • Rontgen foto dada: tampak
      • Tumor massa di hilus kanan/ mediastinum anterior, perluasan mediastinum superior, dan efusi pleura kanan
      • Dari pengalaman: meskipun lokasi abnormalitas tidak bisa disimpulkan, biasanya: bila massa hilus kanan (Ca Paru), massa di mediastinum (limfoma)
      • CT-Scan + kontras venaà dapat diketahui letak dan luasnya obstruksi VCS. CS-Scan dapat dipakai sebagai penuntun dalam menetukan letak dan arah untuk terapi radiasi
      • Biopsi perkutan, dituntun dengan CT-Scan
      • Venografi  + radionuklida (radioisotop) atau Venografi + kontras à menentukan tingkat obstruksi aliran darah vena (VCS)
      • Sputum: Sitologi (Ca Paru)
      • Biopsi Trans Thorakal (TTB)
      • Thoracentesis (efusi pleura à PA)
      • Biopssi sumsum tulang (SCLC/ Limfoma)
      • Bronkoskopi (Ca Bronkus/Paru)
      • Biopsi limponodi
      • Mediastinoskopi/ thoracotomià biopsy

Pengobatan

  • Lakukan terapi suportif (penguat tubuh) atau definitif (tertuju ke penyakit utama) segera, apabila keadaan pasien makin memburuk, meskipun diagnostik histopatologik belum tegak
  • Tujuan Terapi:
    • Perbaikan palliatif (sementara) untuk mengurangi keluhan/ tanda klinik
    • Pengobatan, bila tumornya radiosensitif atau kemosensitif
    • Terapi suportif: pemberian O₂, elevasi kepala dan dada (tegak), deksametason oral/ IV 4 mg/ 6 jam, diuretik
    • Pasien dengan SCLC: kombinasi kemoterapi +radioterapi
    • Pasien dengan LNH: tergantung tipe histopatologi sel ganas
    • Tindakan palliatif lain: penggunaan intravascular self-expanding stent: hati-hati penggunaan stent inià pada penyakit beratà dengan stent, alirah darah vena bisa pulih, tapi dengan semakin banyak aliran darah vena ke atrium kananà mendadak timbul: gagal jantung (kiri), oedema paru.

Komplikasi emergensi

  • Tumor massa mendesak trakeaà sesak napas dst.
  • Gagal hemodinamik ( gagal jantung kiri) bila kolateral belum terjadi

Prof. Pasiyan Rahmatullah, Sp. PD

Konsultan Pulmonologi, Divisi Pulmonologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, FK UNDIP/RSUP Dr. Kariadi, Semarang

2 Komentar leave one →
  1. yuniar permalink
    Mei 10, 2010 8:30 pm

    thx..
    kq g ada daftar pustaka ? heeeh

    • panmedical permalink*
      Mei 12, 2010 7:14 am

      oh itu dah da sumbernya langsung dari dosen yang disampaikan waktu kuliah….

      Prof. Pasiyan Rahmatullah, Sp. PD

      Konsultan Pulmonologi, Divisi Pulmonologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, FK UNDIP/RSUP Dr. Kariadi, Semarang

      sumbernya aku buat seperti itu karena beliau sendiri yang menulis dan sudah bikin semacam buku dan beliau juga berkontribusi dalam buku ajar ilmu penyakit dalam
      aku buat …
      hehe..
      hebat ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: