Skip to content

Kelainan Keseimbangan Asam-Basa

Desember 17, 2009

Asidosis Respiratorik

Keadaan turunnya pH (meningkatnya ion H) darah disebabkan oleh proses abnormal paru, rasio (HCO₃⁻/PCO₂+ 0.03) akan turun. Terdapat asidosis respiratorik akut dan kronik. Kejadian berlangsung beberapa jam dan belum ada kompensasi dari ginjal (asidosis respiratorik akut), karena belum terdapat hasil upaya kompensasi ginjal, perubahan konsentrasi ion H (∆pH) masih sesuai dengan tekanan parsial CO₂ (∆PaCO₂). Asidosis respiratorik kronis biasanya terjadi >12 jam- 5 hari, kompensasi ginjal telah terjadi sehingga nilai ∆pH tidak lagi besar.

Jika pengeluaran CO₂ dari paru ke atmosfer turun, PaCO₂ akan meningkat (misal: 40 mmHg menjadi 45 mmHg) akan terjadi asidosis respiratorik akut atau kronik; pada akut, peningkatan konsentrasi HCO₃⁻ hanya sedikit; pada kronik, konsentrasi HCO₃⁻ meningkat lebih banyak.

Pada asidosis menetap, terjadi kompensasi renal dangan membuang asam dalam urin serta melakukan retensi ion karbonat di tubulus. Bikarbonat (HCO₃⁻) meningkat dan rasio (HCO₃⁻/PCO₂+ 0.03) mendekati normal, sehingga pH dipertahankan. Peningkatan HCO₃⁻ plasma bisa menjadi ‘base excess’ (kelebihan basa diatas normal)

Etiologi hiperkapnia:

  • Menit ventilasi turun

Akibat kelebihan dosis obat, cedera otak, sindrom pickwick. Penyakit neuromuscular (cedera medulla spinalis, SGB, distrofi muscular, miastenia gravis)

  • Menit ventilasi naik

Penyakit parenkim paru, pada peningkatan tahanan aliran udara (asma, bronchitis), peningkatan compliance paru (emfisema)

Asidosis Metabolik

Adanya akumulasi asam selain asam karbonat yang ditandai turunnya kadar HCO₃⁻, akibatnya rasio (HCO₃⁻/PCO₂+ 0.03) akan turun.

Etiologi:

  • Pemberian asam berlebih, produksi asam berlebih (asidosis laktat ketika shock atau henti jantung, hipoksia), menurunnya ekskresi asam oleh ginjal. Kompensasinya penderita akan bernapas cepat (hiperventilasi) agar CO₂ cepat keluar. Keadaan ini terjadi penurunan PCO₂ dan bersamaan penurunan HCO₃⁻ (deficit basa; base excess negatif)
  • Gagal ginjal, ketoasidosis diabetika, dosis asam salisilat berlebih,

Alkalosis Respiratorik

Kelainan klinis yang menyebabkan peningkatan pH darah karena hiperventilasi alveolar (hipokapnia) sehingga rasio (HCO₃⁻/PCO₂+ 0.03) akan naik

Etiologi:

  • Intra pulmo: Pneumonia, penyakit paru interstisial, penyakit vascular paru, asma akut; ekstra pulmo: cemas, demam, keracunan salisilat, asidosis metabolic (kompensasi), radang/ tumor otak, septikemi gram negative, gagal hati

Gejala:  napas cepat dan dalam (40 x/mnt), pusing, gelisah, kedutan, otot terasa lemah, sering terdapat tanda chvostek positif dan tanda trousseau. Sering ditemui pada penderita penyakit berat dan penggunaan ventilasi mekanik. Penatalaksanaan dengan bernapas sambil ditampung dalam kantong atau kompensasi terjadi pada ginjal dengan peningkatan pengeluaran ion bikarbonat oleh tubulus.

Alkalosis metabolik

Peningkatan serum HCO₃⁻ (bahkan sampai >35 mEq/L) yang diakibatkan hilangnya ion H⁺, sehingga (HCO₃⁻/PCO₂+ 0.03) akan naik. Kompensasi dengan hipoventilasi sehingga CO₂ tertimbun.

Etiologi:

  • Menelan bahan alkalis, muntah berat atau lama, penurunan kalium.

Catatan

Kelainan respiratorik dan metabolic seringkali terjadi bersamaan, menyebabkan analisa gas darah menjadi lebih rumit. Misal pada gagal napas hipoksia akut yang mengalami komplikasi syok kardiogenik akan terjadi alkalosis respiratorik akibat ventilasi berlebih yang mugkin disertai asidosis metabolic akibat pelepasan asam laktat dari jaringan hipoksia

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: