Skip to content

Pneumonia dan Efusi Pleura

Desember 14, 2009

Pneumonia

Dapat terjadi secara primer atau lanjutan dari Infeksi Saluran Napas Bawah Akut (ISNBA) misal karena perluasan bronkiektasis yagn terinfeksi. Pneumonia adalah peradangan parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.

Proses patogenesis pneumonia terkait 3 faktor yaitu keadaan imunitas inang, mikroorganisme, dan interaksi lingkungan setempat. Cara terjadinya penularan berkaitan dengan jenis kuman, misal infeksi melalui droplet sering disebabkan streptococcus pneumoniae, melalui selang infus oleh  staphylococcus aureus, infeksi pada  pemakaian ventilator oleh p. aeruginosa dan enterobacter. Pada masa kini perubahan pola mikroorganisme penyebab ISNBA akibat adanya perubahan keadaan pasien seperti gangguan kekebalan dan penyakit kronik, polusi lingkungan dan penggunaan antibiotik yang tidak tepat menimbulkan perubahan karakteristik kuman. Dijumpai peningkatan patogenitas atau jenis kuman akibat adanya berbagai mekanisme terutama s. aureus, b. catarrhalis, h, influenza, enterobacteriacae dan bakteri  gram negative. (Dahlan, 2007)

Efusi Pleura

Pleura merupakan membran tipis yang terdiri dari 2 lapisan yaitu pleura visceralis dan plera parietalis. Kedua lapisan bersatu di hilus arteri dan mengadakan penetrasi dengan cabang utama bronkus, arteri, dan vena bronkialis, serabut saraf dan pembuluh limfe. Penyebab efusi pleura terutama karena infeksi tuberculosis atau nontuberkulosis, keganasan, trauma dll.

Patofisiologi terjadinya efusi pleura tergantung pada keseimbangan antara cairan dan protein dalam rongga pleura. Normalnya cairan pleura dibentuk secara lambat sebagai filtrasi melalui pembuluh darah kapiler. Proses penumpukan cairan bisa terjadi karena radang. Bila proses radang terjadi karena bakteri piogenik akan terbentuk nanah, sehingga terjadi emfisema/piothoraks. Bila proses ini mengenai pembuluh darah sekitar pleura dapat menyebabkan hemothoraks. (Halim, 2007)

Efusi plura merupakan adanya cairan di rongga pleura >15 ml, akibat: (1) ketidakseimbangan gaya starling, (2) abnormalitas struktur endotel dan mesotel, (3) drainase limfatik terganggu, (4) abnormalitas side of entery (defek diafragma) karena ascites melubangi diafragma

Tipe Efusi: Transudat dan Eksudat

Tes Rivalta, digunakan pada efusi plera, karena belum diketahui apakah transudat atau eksudat. Interpretasi hasil:  Transudat (-) atau (+ lemah) dan eksudat(+)

Etiologi transudat

  • CHF
  • Sindrom nefrotik
  • Sirosis hati
  • Hidronefrosis
  • Dialisis peritoneal à pada gagal ginjal kronik
  • Efusi pleura maligna

Transudat: cairan serous, pada CHF, penyakit hati, penyakit ginjal

Eksudat: pada tumor primer pulmonal dan tumor sekunder ekstra pulmonal

Darah : riwayat trauma (kecelakaan, hidrothoraks, tumor paru)

Pus : infeksi pneumonia

Limfonodi : Tumor metastasis KGB  (Limfoma Hodgkin, LNH)

Cairan Efusi jika:

  • Serous (kuning) disebabkan TB paru, CHF, penyakit hati
  • Hemorhagik (merah) disebabkan kanker, maligna
  • Empiema (pus) disebabkan pneumonia

Jika Serous dan Hemorhagik, ciri khas pada foto Rontgen terlihat garis ellis damaisseaux, ditangani dengan pungsi pleura (mini WSD, abuket no 14)

Jika cairan berupa pus, efusi bergaris lurus horizontal,

Anamnesis

  • Nyeri sesak: terus menerus, tidak dipengaruhi aktivitas, emosi, lingkungan, cuaca
  • Wheezing/ ekspirasi diperpanjang (-), jika bernilai (+) pikir ke PPOK, asma
  • Sesak
  • Demam, jika penyebab kanker (demam subfebril); infeksi (demam tinggi)
  • Tidur lebih enak mriring ke daerah efusi pleura (efusi masif)

Pemeriksaan Fisik

  • Cairan >300 ml
  • Inspeksi : dada cembung pada derah sakit (efusi), asimetris, statis, dinamis
  • Palpasi: sterm fremitus taktil/ fokal menghilang
  • Perkusi : redup, bahkan pekak
  • Auskultasi :suara napas melemah, menghilang

Foto Thoraks

  • PA : sudut costophrenikus tumpul (cairan >500 ml)
  • Lateral : sudut costophrenikus tumpul (cairan >200 ml)
  • PA/ Lateral : gambaran perselubungan homogen tutupi seluruh paru; jika gambaran inhomogen, pikir ke pneumonia

USG

  • Menentukan lokasi dan adanya cairan rongga pleura, membimbing aspirasi efusi terlokulasi

CT-Scan

  • Memperlihatkan parenkim paru
  • Mengidentifikasi penebalan pleura
  • Menunjukkan efusi yang belum terdeteksi dengan foto Rontgen konvensional
  • Membedakan empiema dengan abses perifer terlokulasi

Penilaian cairan efusi

Makroskopi

  • Transudat: jernih, sedikit kekuningan
  • Eksudat :gelap, keruh
  • Empiema : kental

Mikroskopis

  • SDP <1000/mm³ : transudat
  • SDP naik, predominan limfosit matur à neoplasma, limfoma, TBC
  • SDP naik, predominan PMN à pneumonia, pancreatitis

Pemeriksaan Penunjang

  • Poto Thorax PA
  • Analisis cairan pleura
  • Pemeriksaan cairan pleura: BTA, kultur, sitologi
  • USG thoraks
  • CT-Scan

Terapi (tergantung etiologi)

  • Transudat
    • CHF: diuretic + thoracosentesis
    • Parapneumonia: antibiotic + thoracosentesis
    • Efusi TBC : OAT + thoracosentesis
    • Efusi keganasan : WSD, pleurodesi + terapi kanker
    • Efusi massif (WSD/ water sealed drainase)

Komplikasi

  • Efusi pleura berulang, karena kanker
  • Efusi pleura terlokalisir, karena keganasan berulang
  • Empiema, karena infeksi ringan yang menjadi berat
  • Gagal napas, pada efusi pleura massif, bisa terjadi pada kedua paru.
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: