Skip to content

Sesak Napas

November 23, 2009

Pada saat ini kita dihadapkan kasus seorang wanita 25 tahun datang dengan keluhan sesak napas terus-menerus yang tidak dipengaruhi aktivitas, sesak timbul manakala penderita membersihkan rumah atau saat udara dingin, kadang penderita sering terbangun pada malam hari karena sesak dan berbunyi ngik-ngik namun kadang berkurang dengan obat asmasolon yang dibeli di warung, adiknya juga menderita asma. Pada pemeriksaaan oleh dokter Puskesmas didapatkan bunyi mengi.

Melihat kasus pasien tersebut, penulis cenderung membuat hipotesis bahwa pasien mengalami asma bronchial. Hal ini terlihat sesak napas terjadi saat tidak beraktivitas sehingga kita tinggalkan pendapat sesak akibat penyakit jantung, sesak juga timbul saat membersihkan rumah sehingga mungkin terpapar debu (allergen), sesak karena udara dingin (irritan) dan sesak saat malam hari (gejala khas asma) serta disertai mengi. Disini penulis akan membahas gejala dan patogenesis penyakit tersebut.
Sesak napas (dyspnea) merupakan suatu perasaan yang tidak nyaman. Setiap penyakit yang membatasi pertukaran O₂ dan CO₂ antar jaringan dan lingkungan (udara) akan menyebabkan usaha napas yang lebih banyak dalam upaya mempertahankan keseimbangan (homeostasis). Beberapa penyebab umum sesak napas karena: (1)penyakit paru, menyebabkan gangguan ventilasi dan/atau perfusi paru; (2)penyakit dinding dada atau neurologis, menyebabkan berkurangnya kemampuan paru untuk melakukan ventilasi adekuat; (3)penyakit jantung, kegagalan cardiac output untuk mempertahankan perfusi otot saat beraktivitas yang menyebabkan pernapasan anaerob saat kerja ringan sehingga terjadi asidosis metabolic dan sesak napas; (4)penyakit darah, anemia mengurangi kapasitas darah untuk mengangkut oksigen; (5)kelainan metabolic, hipertiroidisme atau keracunan salisilat dapat menyebabkan pemakaian O₂ dalam jaringan yang tidak sesuai dengan peningkatan kebutuhan, O₂ asidosis pada gagal ginjal mungkin akan meningkatkan usaha bernapas tanpa terjadi perubahan pertukaran udara, vebtilasi menjadi berlebihan untuk mencukupi kebutuhan O₂; (6)faktor emosional, perasaan tidak nyaman, misal pada pasien penyakit paru kronis yang mengalami depresi akan mengalami sesak napas akibat ambang sesak napasnya yang rendah. (Stark, 1990: 3)

Mengenai sifat sesak pada asma, bisa mendadak dan semakin memberat dalam waktu beberapa menit, atau secara bertahap dan semakin memberat secara progresif dalam beberapa jam atau hari. Pasien asma umumnya terbangun diantara jam 03.00-05.00 (Rumende, 2007:40). Tapi tidak menutup kemungkinan sesak pada asma tersebut bisa terjadi pada penyakit lainnya. Sesak saat udara dingin pada malam hari terjadi karena udara yang lembab dan kandungan O₂ yang rendah mengganggu keseimbangan (homeostasis) tubuh dalam respirasi, sehingga penderita terbangun yang disertai wheezing atau bisa terjadi pada saat tidur karena aspirasi refluks oesofagus.

Wheezing adalah suara yang bernada tinggi yang terjadi akibat aliran udara yang melalui saluran napas yang sempit (Rumende, 2007:40).

Mengenai mengi (wheezing) merupakan suara kontinyu yang dihasilkan jika dinding napas mengalami obstruksi sebagian (analog dengan musik tiup). Terdapat mengi monofonik dan mengi polifonik. Mengi monofonik (analog dengan suara dari satu alat musik) menunjukkan bahwa saluran napas obstruksi tak bervariasi ukuran (caliber)nya berarti suatu penyempitan lokal (misal pada paru atau stenosis bronkus atau trakea). Suara ini terbaik atau hanya terdengar pada tempat penyempitan saja. Mengi polifonik (lebih umum), analog dengan beberapa nada yang dimainkan secara berbarengan, dimana mengi hampir selalu terdengar pada kedua sisi (bilateral). Hal ini menunjukkan suatu penyempitan saluran napas yang umum, terutama terjadi pada bronchitis obstruktif, emfisema atau asma. (Stark, 1990:32)

Pada mengi terdapat dua jenis mengi mengenai timbulnya suara mengi berdasarkan letak obstruksinya yaitu: (1)wheezing pada obstruksi saluran napas intrathorakal, dan (2)wheezing pada penyempitan ekstrathorakal.

Mengi yang terjadi akibat obstruksi saluran napas intrathorakal terutama pada ekspirasi karena saluran napas, sesuai dengan perubahan intrathorakal , cenderung melebar pada inspirasi dan menyempit pada ekspirasi (Stark, 1990). Peningkatan resistensi intrathorakal biasanya terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan bronkus karena tekanan dari luar, kontraksi otot bronkus, penebalan lapisan mukus, atau sumbatan lumen oleh mucus, hal ini benyak terjadi pada asma atau bronchitis kronis (Lang, 2007:76).

Obstruksi intrathorakal terutama mengganggu proses ekspirasi karena saat inspirasi tekanan intrathorakal menurun sehingga melebarkan jalan pernapasan. Perbandingan waktu ekspirasi dan inspirasi akan meningkat. Ekspirasi yang terhambat akan melebarkan duktulus alveolus (emfisema sentrilobular) menurunkan elastisitas paru (peningkatan komplians), dan bagian tengah pernapasan akan terdorong kearah inspirasi (barrel chest). Hal ini meningkatkan kapasitas residu fungsional dan dibutuhkan tekanan intrathorakal untuk melakukan ekspirasi karena komplians dan resistensi meningkat. Akibatnya, terjadi penekanan bronkiolus sehingga tekanan jalan napas semakin meningkat. Obstruksi akan menurunkan kapasitas pernapasan maksimal (V max) dan FEV1 (Lang, 2007:76). Kejadian ini penting dimengerti pada penderita (misal) asma karena pasien dengan penyakit asma ketika asma kambuh, pasien akan gugup karena merasa sesak napas dan makin berusaha inspirasi sebanyak-banyaknya, oleh karena itu bagi dokter atau perawat harus bisa menenangkan terlebih dahulu kejiwaan pasien, karena ketika gugup dan inspirasi kuat makin memperburuk kondisi mereka.

Jika mengi yang terdengar pada saat inspirasi menunjukkan adanya penyempitan saluran napas ekstrathorakal, misal pada trakea bagian atas atau laring (Stark, 1990:32). Peningkatan resistensi ekstrathorakal, misalnya pada kelumpuhan pita suara, edema glotis, dan penekanan trakea dari luar (tumor/struma). Pada trakeomalasia, dinding trakea melunak dan mengalami kolaps saat inspirasi. (Lang, 2007:76)

Akibat penyakit paru obstruktif adalah ventilasi menurun. Jika terjadi penyumbatan ekstrathorakal, yang terutama dipengaruhi adalah proses inspirasi (stridor inspirasi) karena pada saat ekspirasi tekanan dilumen prastenosis meningkat sehingga melebarkan bagian yang menyempit. (Lang, 2007:76)

Tapi jika pada keadaan berat dapat terdengar baik pada inspirasi dan ekspirasi. Wheezing digambarkan sebagai bunyi yang mendesir akibat adanya secret pada saluran napas atas. Wheezing yang timbul pada saat melakukan aktivitas merupakan gejala yang sering didapatkan pada pasien asma dan PPOK. Pada asma, wheezing menyebabkan pasien terbangun dari tidur pada malam hari sedangkan wheezing yang timbul pada pagi hari didapatkan pada PPOK (Rumende, 2007:40).

Keterangan:
Emfisema Sentrilobular: ditandai dengan pelebaran yang dominan dari duktus alveolaris dan bronkiolus respiratorik terutama disebabkan penyakit paru obstruktif (Lang, 2007: 78)
Komplians (C=daya kembang) adalah ukuran sifat elastic (distensibilitas) yang dimiliki paru dan thoraks. Didefinisikan sebagai perubahan volume perunit perubahan tekanan dalam keadaan statis. (Lorraine M.Wilson, 2006 : 763)
FEV1 (Forced expired Volume dalam detik)
, normal udara ekspirasi yang dikeluarkan ≥80%, apabila <80% menandakan abnormal

Patogenesis asma terjadi melalui Jalur Imunologis yang didominasi oleh IgE dan Jalur Saraf Autonom. Pada Jalur Imunologis IgE, masuknya allergen ke tubuh akan diolah APC (Antigen Precenting Cell) yang selanjutnya hasil olahan allergen tersebut dikomunikasikan ke sel Th. Sel Th memberi intruksi melalui interleukin atau sitokin agar sel plasma membentuk IgE, serta sel radang lain (mastosit, makrofag, sel epitel, eosinofil, neutrofil, trombosit, limfosit) untuk mengeluarkan mediator inflamasi (histamin, prostaglandin, leukotrin, platelet activating factor, bradikinin, tromboksin) yang akan mempengaruhi organ sasaran sehingga menyebabkan peningkatan permeabilitas dinding vascular, edema saluran napas, infiltrasi sel radang, sekresi mucus dan fibrosis subepitel sehingga menimbulkan hiperreaktivitas saluran napas. Jalur Saraf Autonom merangsang sistem saraf autonom yang menyebabkan peningkatan respon saraf parasimpatis sehingga terjadi bronkokontriksi. (H. Sundaru dan Sukamto, 2007)

Asmasolon (Generik Teofilin): mengandung kombinasi dua bronkodilator yaitu theophyllin dan ephedrin. Theophyllin merupakan turunan metilxantin yang mempunyai efek merangsang SSP dan melemaskan otot polos terutama mengurangi spasme broncus. Ephedrin bekerja merangsang kedua reseptor alpha dan beta adrenergik yang meningkatkan aktivitas adenyl cyclase dan merangsang produksi cAMP. (http://www.dechacare.com)
Kandungannya Ephedrin HCl 12,5 mg, Teophyllin anhidrat 130 mg.

5 Komentar leave one →
  1. Jablay permalink
    Desember 10, 2009 10:14 am

    Pusing ,
    Anjriit.

  2. April 21, 2010 4:31 am

    Long time lurker, thought I would say hello! I really dont post much but thanks for the good times I have here. Love this place..

    When I was hurt in that motorcycle accident my life would be changed for good. Unfortunately that driver had no car insurance and I was going to be hurting for ever.

    This was not time for me to start and guess what to do. I had to find a good attorney to help me get what I needed. After all, my family was counting on me.

    How terrible was it? I has bedridden for 4 months, I had to have constant care and my medical bills went through the roof!

    Luckily, I found a good referral site to help me.

    I will post more later this week to tell you more about what I have been going through.

    If you need an accident attorney try the guys at pip lawyers
    >

  3. Mei 10, 2010 3:10 pm

    Assalamu ‘alaikum mas.

    Salam kenal yah, saya abis mampir ke Blog mas, dan blog mas sangat bagus dan bermanfaat.

    Dan betapa senangnya saya, apabila mas mau mampir juga ke blog saya, sekalian saling menjalin silaturahmi sesama Blogger.

    Alamat Blog saya: http://bendeddy.wordpress.com

    Salam kenal,
    Dedhy Kasamuddin

    • panmedical permalink*
      Mei 12, 2010 7:04 am

      wa’alaikumussalam…. salam kenal juga…
      semoga artikelny makin bermanfaat…

      ya mas semoga dengan ini hubungan makin akrab….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: