Skip to content

Nyeri Pinggang Menjalar ke Tungkai

Juni 29, 2010

Ny. N (52 tahun), pekerja buruh dirawat dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kanan, nyeri dijalarkan ke paha bagian belakang, lutut sampai tungkai kanan bagian dalam. Rasa kesemutan (+), nyeri bertambah bila batuk, bersin dan mengedan, serta nyeri berkurang bila penderita tiduran. Keluhan berlangsung sejak ±1.5 tahun yang lalu.

Tidak didapatkan gangguan miksi maupun defekasi. Pemeriksaan fisik terlihat keadaan umum baik, status internus dalam batas normal. Pemeriksan motorik didapatkan menurunnya reflex patella dan achilles pada ekstremitas inferior dekstra. Tes Lasegue dekstra (+) <70˚, tes patrick dan kontra Patrick (-).

Pada kasus diatas didapatkan Ny. N (52 tahun), pekerja buruh, mengeluh nyeri pinggang sebelah kanan, yang dirasakan menjalar ke paha bagian belakang, lutut sampai tungkai kanan bagian dalam.

Dari keluhan diatas kita dapatkan informasi keluhan pada pinggang. Disini kita berpikir tentang bangunan apa saja yang terdapat dari luar sampai dalam pada pinggang sehingga bisa kita dapatkan diagnosis banding pada kasus diatas. Kulit, otot-otot pinggang, ligament, diskus intervertebralis, tulang vertebra, organ dalam (pencernaan, urogenital), pembuluh darah, saraf. Lalu terdapat nyeri yang sifatnya menjalar dari paha bagian belakang, lutut sampai tungkai kanan bagian dalam.

Nyeri yang sifatnya menjalar biasanya diakibatkan adanya kelainan pada kulit, organ dalam dan saraf. Sedangkan kelainan pada tulang, otot, ligament, pembuluh darah sifat nyerinya yang terlokalisasi.

Seseorang berusia 52 tahun, cenderung adanya kelainan pada tulang, misal osteoporosis dan osteoarthritis, dan tetapi kelainan tersebut bersifat lokal. Sehingga penulis cenderung adanya kelainan pada kulit, organ dalam dan saraf.

Informasi selanjutnya didapatkan rasa kesemutan (+), nyeri bertambah bila batuk, bersin, dan mengedan, dan berkurang bila tiduran. Keadaan umum baik dan status internus dalam batas normal. Selain itu perlu ditanyakan apakah ada riwayat trauma sebelumnya.

Dari rasa kesemutan yang muncul, Dari data diatas penulis akhirnya tertuju adanya kelainan pada saraf. Adanya status internus masih dalam batas normal sehingga kelainan pada organ dalam bisa dikesampingkan, kasus diatas juga tidak terdapat keluhan pada kelainan kulit (akibat trauma, infeksi) sehingga kelainan kulit juga bisa dikesampingkan.

Hipotesis penulis mengarah pada nyeri radikular (nyeri pada radiks saraf spinal). Nyeri ini timbul di sekitar foramen intervertebralis, sehingga disaat batuk, bersin, napas, mengedan akan terjadi nyeri pada radiks karena menekan radiks dorsalis. Hal ini terjadi karena batuk, bersin akan menyebabkan tekanan subarakhnoidal melonjak sejenak dan memperhebat penekanan atau sentuhan atau peregangan pada radiks dorsalis yang sedang terganggu.

Nyeri pada kasus diatas juga termasuk nyeri kronik sehingga membutuhkan perawatan segera.

Data diatas juga menunjukkan tidak ada gangguan miksi dan defekasi, sehinggan disimpulkan tidak ada kelainan pada UMN (Upper Motor Neuron) tepatnya saraf autonom

Ketika dilakukan pemeriksaan motorik reflek patella dan achilles pada ekstremitas inferior dekstra menurun. Tes Lasegue dekstra (+) <70˚, tes Patrick dan kontra Patrick (-).

Tes Lasegue dilakukan dengan pasien berbaring dengan tungkai ekstensi pada sendi lutut. Kemudian salah satu tungkai diangkat lurus (difleksikan pada sendi panggul) sampai pada sudut 70˚ (normal). Tungkai yang satu lagi harus tetap dalam posisi lurus (ekstensi). Pada keadaan patologis, akan timbul tahanan dan rasa sakit. Pada orang lanjut usia diambil patokan normal 60˚. Tes Lasegue (+) menandakan kelainan pada rangsang selaput otak, iskialgia, dan iritasi pleksus lumbosakral (hernia nucleus pulposus lumbalis)

Lalu terdapat nyeri yang sifatnya menjalar dari paha bagian belakang, lutut sampai tungkai kanan bagian dalam. Hal ini menjadi sifat khas nyeri radikular yang penjalaran nyeri sesuai dengan daerah yang di persarafi. Dimungkinkan nyeri akibat tertekannya radiks dorsalis pada lumbal bawah (L₄-L₅).

Tindakan Lasegue yang dilakukan pada Ny. N tersebut, dirasakan nyeri di tempat lesi diskogenik atau sepanjang nervus iskiadikus. Pada daerah lumbal tersebut terdapat pleksus lumbalis (T₁₂-L₄) dan pleksus sacralis (L₄-S₄). Sedangkan daerah kemungkinan lesi terletak pada L₄-L₅ yang merupakan letak persarafan nervus femoralis (L₂-L₄) dan nervus ischiadikus (L₄-S₂). Nervus iskhiadikus biasanya mengenai salah satu sisi tubuh. Nyeri biasanya tajam, rasa terbakar dan kesemutan atau diikuti dengan kejutan nyeri intemitten mulai dari bokong ke belakang atau samping paha/kaki

Sehingga pada pemeriksaan reflex patella (n. femoralis; yang persarafi m. quadriceps femoris) dan reflex achilles (n tibialis; yang persarafi m. gastrocnemius) mengalami penurunan.

Tes Patrick dilakukan dengan fleksi, abduksi, eksorotasi, dan ekstensi. Karena gabungan gerakan tersebut, sendi panggul teregang, sehingga jika tindakan Patrick menimbulkan nyeri di daerah bokong atau sepanjang perjalanan nervus iskiadikus atau di coxae, maka proses patologiknya dicari di sendi panggul ipsilateral

Tes Kontra Patrick dilakukan gerakan fleksi, aduksi, endorotasi, dan ekstensi sehingga teregangnya sendi sakroiliaka. Tes Kontra Patrick (-) menandakan tidak adanya kelainan pada sendi sakroiliaka

Diagnosisnya menurut penulis yaitu sakit pinggang akibat lesi diskogenik (Hernia Nucleus Pulposus). Pada pasien diatas juga ditemukan faktor risiko umur (52 tahun) dan pekerjaan buruh (kerja berat) sehingga memperkuat diagnosis.

Prinsip penatalaksanaan istirahat dan analgetik atau antireumatika

Referensi

Price S. A., Wilson L. M., 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2 Edisi 6. Jakarta: EGC

Sudoyo Aru W., dkk, 2007, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV, Jakarta: FKUI

Sidharta Priguna. 2009. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. Jakarta: Dian Rakyat

Artikel Terkait Kasus Diatas

Nyeri (kategori Fisiologi)

Jaras Nyeri dan Suhu (kategori Fisiologi)

About these ads
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: