Skip to content

Variola

Mei 12, 2010

Penyakit Kulit karena virus terdiri atas:

  1. Varisela
  2. Herpes Zoster
  3. Herpes Simpleks
  4. Variola
  5. Veruka
  6. Kondiloma Akuminatum
  7. Moluskum Kontagiosum

Variola

Nama lain: cacar, small pox

Penyakit akibat virus poks (tipe mayor atau tipe minor) yang disertai keadaan umum buruk, dapat berakhir kematian, efloresensi monomorf terutama terdapat di perifer tubuh.

Epidemiologi

Kosmopolit, namun sejak tahun 1984 oleh WHO, seluruh dunia bebas dari penyakit ini.

Patogenesis

Transmisi secara aerogen karena virus banyak terdapat di udara, bahkan baju penderita. Begitu masuk tubuh, virus bermultiplikasi dalam RES, kemudian masuk darah (viremia) dan melepaskan diri melalui kapiler dermis menuju sel epidermis dan membentuk badan inklusi intra sitoplasma yang terletak di inti sel (badan guarneri). Tipe variola tegantung pada imunitas, tipe virus, dan gizi penderita.

Gejala Klinis

Inkubasi 2-3 minggu, terdapat 4 stadium

  1. Stadium inkubasi erupsi (prodromal). Nyeri kepala, nyeri tulang dan sendi, demam tinggi, menggigil, lemas, muntah berlangsung 3-4 hari.
  2. Stadium makulo-papular. Berupa makula eritematosa yang cepat menjadi papul, terutama muka dan ekstremitas, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Stadium ini suhu tubuh normal kembali dan penderita merasa sehat dan tidak timbul lesi baru.
  3. Stadium vesiko-pustulosa. Dalam 5-10 hari timbul vesikel yang berubah menjadi pustul. Suhu kembali naik, selain itu timbul umbilikasi.
  4. Stadium resolusi. Berlangsung 2 minggu, timbul krusta dan suhu tubuh turun, kemudian krusta lepas dan meninggalkan sikatriks yang atrofi. Kadang timbul perdarahan akibat depresi hematopoietik (black variola) yang dapat fatal. Mortalitas 1-50%

VARIOLA MINOR

Masa inkubasi lebih singkat, gejala prodromal ringan, jumlah lesi lebih sedikit, dan mortalitasa <1 %.

VARIOLOID

Timbul pada individu setelah vaksinasi sehingga didapati imunitas parsial, walaupun mendapat seranga virus yang cukup virulen.  Gejala prodromal sedikit atau tidak ada. Kalau ada, di dahi, lengan atas, dan tangan.

Komplikasi

Bronkopneumania, infeksi kulit sekunder (furunkel, impetigo), ulkus kornea, ensefalitis, efluvium, dan telogen dalam 3-4 bulan.

Pembantu Diagnosis

Terdiri atas inokulasi pada korioalantoik, pemeriksaan virus dengan mikroskop elektron, dan deteksi antigen virus pada agar sel. Kecuali itu juga pemeriksaan histologik dan tes serologic (tes ikatan komplemen).

Profilaksis

Vaksinasi dengan metode multiple puncture (dianggap terbaik). Tidak digunakan alkohol tapi eter atau aseton (agar tidak menginaktifkan virus vaksinia).

Kontraindikasi vaksin: atopi, penderita dengan pengguanan kortikosteroid, dan defisiensi imunologik.

Pengobatan

Harus dikarantina. Sistemik dapat diberikan antiviral (asiklovir atau valasiklovir) misal isoprinosin, dan interferon, dan globlulin gama. Obat simtomatik seperti analgetik/antipiretik.

Diawasi bila kemungkinan timbul infeksi sekunder, maupun infeksi nosokomial, serta cairan tubuh dan elektrolit. Jika di mulut masih terdapat lesi, diberikan makanan lunak. Topikal bersifat penunjang misal komprres dangan antiseptik atau salap antibiotik.

Prognosis

Bergantung pada penatalaksanaan. Jaringan parut dapat diperbaiki dengan tindakan dermabrasi atau pemberian collagen implant

Referensi

Djuanda A, dkk. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Kelima (cetakan Kelima, 2010). Jakarta : Balai Penerbit FKUI

About these ads
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: