Skip to content

Obat Anti Malaria

April 30, 2010

Terdiri dari 5 jenis

  1. Skizontizid jaringan primer yang membasmi parasit praeritrosit: proguanil, pirimetamin
  2. Skizontizid jaringan sekunder yang membasmi parasit eksoeritrosit: primakuin
  3. Skizontizid darah yang membasmi parasit fase eritrosit: kina, klorokuin, amodiakuin
  4. Gametosid yang menghancurkan bentuk seksual. Primakuin adalah gametosid yang ampuh bagi keempat spesies. Gametosid untuk P.vivax, P.malariae, P.ovale adalah kina, klorokuin, dan amodiakuin
  5. Sporontosid mencegah gametosit dalam darah untuk membentuk ookista dan sporozoit dalam nyamuk anopheles: proguanil, primakuin.

Penggunaan pencegahan (profilaksis) bertujuan mencegah terjadinya infeksi atau timbulnya gejala klinis. Penyembuhan dengan pemberian terapi jenis ini pada infeksi malaria oleh P. falciparum karena parasit ini tidak mempunyai fase eksoreritrosit

Pengobatan kuratif dapat dilakukan dengan obat malaria jenis skizontizid

Pencegahan transmisi bermanfaat untuk mencegah infeksi pada nyamuk atau mempengaruhi sporogonik nyamuk. Obat yang dapat digunakan jenis gametosid atau sporontosid

Plasmodium Vivax

  1. Prinsip dasar pengobatan malaria vivaks adalah pengobatan radikal yang ditujukan pada stadium hipnozoit di sel hati dan di eritrosit
  2. Tahun 1989, P. vivax resisten klorokuin. Sehingga dipakai pengobatan klorokuin selama 3 hari dilakukan bersamaan dengan primakuin selama 14 hari. Dengan cara ini, primakuin bersifat sebagai skizontizid darah selain membunuh hipnozoit dalam hati. Jika dengan pengobatan promakuin masih belum terjadi relaps, bisa ditambahkan dosis primakuin sampai 30 mg/hari
  3. Obat alternatif lain: artesunat-amodiakuin, dihidroartemisinin-piperakuin, atau non-altemisin (meflokuin, atovaquone-proguanil)

Plasmodium Falciparum

  1. P. falciparum resisten pada golongan aminokuinolon (klorokuin, amodiakuin).
  2. Tanpa komplikasi, bisa diberikan drug of choice kombinasi artemisin (artesunat-amodiakuin) selama 3 hari.
  3. Kombinasi artemisin lainnya adalah artemeter-lumefantrin dan dihidroartemisinin-piperakuin. Bila terjadi kegagalan dapat diberikan kombinasi kina dan doksisiklin
  4. Pada malaria berat, dapat diberikan suntikan sodium artesunat (im, iv) atau artemeter (im). Pengobatan dengan kombinasi kina-doksisiklin dapat dipertimbangkan bila dikuatirkan terjadi rekrudesensi

Catatan

Golongan Artemisin : Artemeter dan Artesunat

Plasmodium malariae

  1. Dapat diobati dengan klorokuin basa selama 5 hari dengan dosis total 35 mg/kgBB, meskipun begitu, P. malariae dilaporkan sudah resisten terhadap klorokuin
  2. Pengobatan lain, P. malariae sensitif terhadap artemisinin dan pinoranidin

Plasmodium Ovale

  1. Merupakan penyakit ringan dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Referensi

Mansjoer A dkk., 1999. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius FKUI

Sutanto Inge dkk., 2008. Buku Ajar – Parasitologi Kedokteran Edisi 4. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

About these ads
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: