Lanjut ke konten

Obat Anti Bakteri Penghambat Sintesis Dinding Sel

April 30, 2010
Penisilin Sefalosporin β-laktam lainnya
Benzilpenisilin

Fenoksimetilpenisilin

Resisten Penisilinase

Flukoksasilin (metisilin)

Spektrum Luas

Amoksisilin

Ampisilin

Antipseudomonas

Piperasilin

Tikarsilin

Aktif secara Oral

Sefadroksil

Obat Parenteral Awal

Sefuroksim

Spektrum Luas yang Lebih Baru

Seftazidim

Seftriakson

dll.

Karbapenem meropenem

Monobaktam

Aztreonam

Vankomisin

Teiklopanin

Antibiotik β-laktam merupakan bakterisidal. Struktur penisilin dan sefalosporin mempunyai cincin β-laktam yang sama, berperan dalam menghambat aktivitas mikroba. Modifikasi ikatan kimia R₁ dan R₂ menghasilkan antibiotik semisintetik yang mempunyai Spektrum luas, resisten terhadap enzim β-laktamase bakteri (lihat β-laktam lainnya). Aksi penisilin dan sefalosporin dapat memanjang oleh adanya probenesid dengan menghalangi ekskresinya di tubulus ginjal

Penisilin

Benzilpenisilin, antibiotik pertama, berspektrum sempit, mudah rusak akibat asam lambung (lebih efektif melalui suntikan IM). Efektif melawan pneumococcus, streptococcus, meningokokus, leptospira, juga bermanfaat untuk profilaksis gangren gas clostridium.

Staphylococcus resisten terhadap benzilpenisilin (karena menghasilkan β-laktamase, penisilinase) yang membuka cincin β-laktam antibiotik. Penisilin berdifusi luas dalam jaringan tubuh, tapi penetrasi ke otak buruk (kecuali bila meningen meradang)

Fenoksimetilpenisilin, berspektrum sempit, tahan terhadap asam lambung. Berguna untuk organisme yang sangat sensitif dan pada profilaksis demam reumatik

Penisilin Resisten Penisilinase. Flukoksasilin untuk infeksi akibat Stafilococcus [gram (+)]. Merupakan penisilin semisintetik dan resisten terhadap penisilinase bakteri. Flukoksasilin kurang efektif dibanding benzilpenisilin sehingga hanya perlu diperlukan pada infeksi akibat stafilococcus. Absorbsi aktif secara oral, tapi pada infeksi berat harus lewat suntikan dan tidak digunakan sebagai obat tunggal. Strain epidemic dari stafilococcus aureus yang resisten terhadap metisilin (MRSA), flukoksasilin, antibiotik lain merupakan masalah yang sedang berkembang sehingga paling baik diterapi dengan vankomisin dan teikoplanin

Penisilin Spektrum Luas. Ampisilin dan Amoksisilin aktif melawan bakteri gram (-) karena lebih hidrofilik sehingga mampu menembus pori dinding bakteri dan aktif pula melawan bakteri gram (+) yang tidak menghasilkan β-laktamase. Aktif melawan E. coli, H. influenza, salmonella.

Amoksisilin dan ampisilin diinaktivasi oleh bakteri penghasil penisilinase. Organisme yang resisten terhadap amoksisilin meliputi sebagian Stafilococcus aureus, 50% E. coli, 15% H. influenza

Banyak β-laktamase bakteri dihambat dengan gabungan asam klavulanat dan amoksisilin (ko-amoksiklav), diindikasikan pada infeksi saluran pernapasan dan saluran kemih yang resisten terhadap amoksisilin.

Penisilin Anti Pseudomonas.  Piperasilin dan Tikarsilin, diberikan lewat suntikan untuk infeksi bakteri gram (-), terutama P. aeruginosa.

Obat ini dapat dikombinasi dengan aminoglikosida untuk terapi awal infeksi serius (septicemia, endokarditis) saat bakteri penyebab belum diidentifikasi.

Sefalosporin

Banyak digunakan untuk pneumonia, meningitis, dan septicemia. Spektrum sefalosporin luas, meskipun secara obat individual mempunyai aktivitas berbeda untuk bakteri tertentu.

Aktif secara Oral. Sefadroksil diberikan pada infeksi saluran kemih saat organisme penyebab resiten antibiotik lain.

Obat Parenteral Awal. Sefuroksim sering dipakai pada pembedahan awal (biasanya dengan metronidazol untuk melawan bakteri anaerob). Sefuroksim resisten terhadap β-laktamase bakteri dan digunakan serius pada antibiotik lain yang tidak efektif.

Spektrum Luas yang Lebih Baru. Seftazidim mempunyai kisaran lebih luas melawan bakteri gram (-) termasuk P. aeruginosa, tapi kurang aktif melawan bakteri gram (+) dibanding sefuroksim. Seftazidim mampu mencapai sistem saraf pusat dan digunakan untuk meningitis.

Spektrum Luas yang Lebih Baru. Seftriakson mempunyai waktu paruh lebih panjang dan cukup diberikan sekali sehari.

Antibiotik β-laktam lainnya

Meropenem adalah karbapenem (mirip penisilin) yang resisten terhadap β-laktamase. Meropenem adalah antibiotik berspektrum luas, tapi kurang aktif melawan MRSA dan pseudomonas. Diberikan lewat intra vena.

Vankomisin

Bersifat bakterisid dan tak dapat diabsorpsi lewat oral. Bekerja dengan menghambat pembentukan peptidoglikan dan aktif melawan sebagian besar gram (+). Pilihan utama pada colitis pseudomembranosa yang berhubungan dengan antibiotik.

Vankomisin intravena penting pada pasien dengan septicemia atau endokarditis akibat MRSA

Artikel Terkait Diatas

Obat Anti Bakteri Penghambat Sintesis Asam Nukleat (kategori Farmakologi)

Referensi

Neal M. J., 2005. At a Glance – Farmakologi Medis Edisi Kelima. Jakarta : EGC 

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: