Skip to content

Pemeriksaan pada Gagal Jantung

Oktober 16, 2009

Gejala gagal jantung secara konvensional dibagi menjadi gagal ventrikel kiri, gagal ventrikel kanan, atau keduanya (gagal jantung kongestif atau biventrikel). Gagal jantung bukan merupakan diagnosis tapi sesuatu yang harus dicari apa penyebab dari gagal jantung.
Ketika menganamnesis pasien, kita harus mengenali gejala pasien seperti: (1) gagal ventrikel kiri: sesak napas; ortopnea; dispnea nocturnal paroksismal (adakah masalah dengan pernapasan di malam hari dan mengenai jumlah bantal yang dipakai); dan mengi (wheezing), batuk, sputum merah muda berbusa, toleransi olahraga yang kurang (jarang). (2) gagal ventrikel kanan: edema perifer khususnya pada pergelangan kaki, tungkai, sacrum; asites yang menyebabkan distensi abdomen; efusi pleura yang menyebabkan sesak napas; ikterus, nyeri hati, mual dan nafsu makan turun akibat edema usus (jarang). (3) gagal jantung akut: sesak napas mendadak dan hebat, sianosis, dan distress. (4) gagal jantung kronis: berkurangnya toleransi olahraga, edema perifer, letargi, malaise dan penurunan berat badan (kaheksia jantung)

Mengenai riwayat penyakit dahulu dan obat-obatan
Apakah ada riwayat penyakit dada (MI yang baru); riwayat penyakit jantung yang sebelumnya (khususnya MI, angina, murmur, aritmia, penyakit katup jantung); riwayat factor resiko aterosklerosis; riwayat penyakit pernapasan atau ginjal; riwayat penyakit kardiomiopati.
Apakah baru-baru ini ada perubahan jenis obat seperti diuretic, OAINS, ACE inhibitor, beta bloker, inotropik negative, digoksin; mengonsumsi obat yang bisa menyebabkan kardiomiopati (doksorubisin, kokain); merokok; dan mengkonsumsi alkohol (kardiomiopati alkoholik)

Penyelidikan fungsional dengan menanyai pasien tentang toleransi terhadap olahraga (misal naik tangga) serta nilai masukan garam dan air.

Pemeriksaan fisik ditujukan untuk mentapkan adanya gagal jantung dan kemungkinan etiologinya.

Akibat yang ditimbulkan apakah pasien sakit berat, sesak napas, kesakitan, cemas, dan apakah memerlukan resusitasi segera. Tanda-tanda gagal ventrikel kiri adalah kulit dingin dan lembap; takikardia; irama gallop; takipnea; sianosis; sputum merah berbusa dan mengi; denyut apeks bergeser; pulsus alternans (sangat jarang); hipotensi atau hipertensi; dan syok kardiogenik. Tanda gagal ventrikel kanan adalah peningkatan JVP, edema perifer, asites, hepatomegali, dan efusi pleura. (gleadle, 2003)

About these ads
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: